Tampilkan postingan dengan label Selingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selingan. Tampilkan semua postingan

Kisah 4 Ibu di Balik 3.000 Piring Makanan Buka Puasa Masjid Jogokariyan


SEJAK tahun 1973, Masjid Jogokariyan Yogyakarta selalu memberikan makanan berbuka puasa kepada para jemaah yang datang. Setidaknya 3.000 porsi disediakan setiap hari di masjid yang  beralamatkan di Jalan Jogokariyan No 36 Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Ada kisah di balik bagaimana setiap hari ribuan porsi makanan berbuka puasa ada di masjid ini.
Bu Yati (38), Bu Poniman (46), Bu Siti Kasih (60), dan Bu Istaria Eko (46), adalah ibu-ibu yang berjasa dibalik terhidangnya makanan berbuka di Masjid Jogokariyan. 

Mereka bukan hanya satu dua tahun menyiapkan menu berbuka di masjid tersebut.
"Yang paling lama ibu Siti, 20 tahunan. Awalnya dulu 2 orang. Kampung Ramadan Jogokariyan sudah 15 tahun, saya ikut baru 14 tahun. Setahun sebelumnya saya jualan. Ada yang udah sepuh saya disuruh ganti disini," kata bu Bu Yati (38)

Menurut salah satu relawan Kampung Ramadhan di Masjid Jogokariyan, jumlah piring yang disediakan pada tahun sebelumnya yakni hanya 2.200-2.300 piring dengan 500 piring cadangan, namun pada tahun ini mengalami penambahan yakni 2.500 piring makanan dengan 500 piring cadangan.
 "Tiap hari kadang pasang surutnya berbeda, Alhamdulillah untuk sepuluh hari kemarin sampai sekarang masih cukup tinggi untuk hari ini. Biasanya ramai. Target awal puasa tahun ini 2.500, kita beri cadangan 500 piring, tahun kemarin cuma 2.200-2.300 cadangan 500 piring," Banu (29). Relawan Kampung Ramadhan Jogokariyan.

Pukul 10.00 setiap harinya, adalah waktu dimulainya keempat ibu-ibu itu melakukan aktivitas. Sebenarnya, tugas Bu Yati dan kawan-kawan sederhana, sekadar memasak nasi. Untuk lauknya sendiri digilir bergantian oleh pihak panitia kepada kelompok ibu-ibu masyarakat Jogokariyan.

Ibu-ibu ini tidak menganggap remeh tugas memasak nasi, justru pekerjaan inilah yang paling berat. Jika lauk bisa dibagi perkelompok, maka pekerjaan memasak nasi hanya menjadi milik keempat ibu-ibu ini.
Di dapur, mereka seperti sudah sangat tersistematis berbagi peran. Ada yang menanak nasi, ada yang memasak, ada yang mengaduk. Ruangan berukuran sekitar 3x4 meter itu seolah disulap seperti restoran mini yang profesional. "Ndak bisa shift, kita kerja bareng-bareng. Selesai satu harus selesai semua," jelas Bu Yati (38).
“Beginlah pekerjaan kami. Dari jam 10 sampai ashar menunggu nasi matang. Terus begitu sampai memenuhi porsi berbuka. Biasanya sampai sembilan kali masak baru cukup. 5 dendeng nasi, 145kg beras yang dimasak,” kata Bu Yati sembari memindahkan nasi yang sudah matang ke dalam panci.

Mereka tidak pernah mengenal istilah tidur siang. Waktu istirahat biasanya digunakan untuk duduk atau sekedar menikmati kipas yang memecah suhu ruangan yang panas, sembari memantau nasi yang sedang dimasak. Biasanya juga menerima sekumpulan orang yang penasaran dengan proses pembuatan menu berbuka di Masjid Jogokaryan.
“Banyak yang datang. Katanya penasaran sama cara buatnya. Awalnya mereka datang karena tertarik dengan Masjid Jogokariyan yang kasnya sampai nol rupiah, dan itu memang benar mas. Semua yang bekerja di sini digaji, dari masak nasi, lap-lap piring, cuci piring, menyusun lauk, memasak lauk, semuanya digaji satu bulan," jelas Bu Poniman yang ditemui saat mencuci alat-alat masak yang masih ditempeli sisa-sisa nasi.

Menjelang ashar biasanya pekejaan memasak nasi telah usai. Pernah beberapakali juga setelah ashar. Jika sudah begitu, nanti akan ada yang datang mengambil berkilo-kilo nasi yang telah dimasak oleh Bu Siti Kasih (60) dan kawan-kawan.
Tidak semua yang bekerja di sini merupakan masyarakat asli, namun ada pula musafir yang membantu. “Ada dua orang laki-laki yang ngangkat  nasi, yang satu musafir, dari Tasikmalaya," jelas bu Poniman..

Pekerjaan selanjutnya yang ada di depan mereka adalah membersihkan perabotan yang digunakan untuk memasak nasi dan merapikan serta membersihkan dapur. Lalu, setelah itu membersihkan diri di kamar mandi masjid. "Mandinya disini, bawa baju ganti. Sebelum tarawih sudah pulang. Kalo mau tarawih ya balik lagi sini," kata Bu Yati.

Ketika dalam masa senggangnya seperti itu, biasanya keluarga datang berkunjung. Kadang anak, kadang juga cucu yang mendesak nenek mereka untuk lebih sering di rumah. Memang masing-masing dari mereka sudah membawa perlengkapan mandi plus baju ganti, tapi tetap saja kerinduan dari keluarga dapat menembus apa saja.

Sehabis bersih-bersih, keempat ibu-ibut tadi pasti sigap berganti tempat ke halaman masjid. Di sana sudah menunggu para ibu lainnya yang telah siap dengan lauk berbuka. Ribuan piring tersusun rapi bertingkat-tingkat di halaman masjid.

Kisaran pukul 16.00, tangan ibu-ibu Jogokariyan dengan cepat menuangkan nasi, lauk, piring, ke dalam satu urutan waktu yang teratur. Sama halnya dengan Bu Eko dan kawan-kawan yang begitu rapi berbagi tugas, yang terjadi saat proses peracikan menu berbuka juga demikian. Mulai dari proses nasi pindah ke piring, hingga piring yang siap santap ke meja hidangan seperti sebuah alur cerita yang tersusun dengan rapi.

Di sepanjang jalan menuju Masjid Jogokariyan diadakan festival makanan berbuka yakni Kampung Ramadhan Jogokariyan yang telah berlangsung selama 15 tahun. Seorang Pedagang menyatakan pendapatannya tidak terganggu dengan adanya makanan gratis dari masjid.
“Alhamdulilah ramai terus jualannya walaupun ada takjil dari masjid,” kata Bu Fani, salah seorang penjual kepada KRjogja.com..

Tua, muda, laki-laki, perempuan, berbondong-bondong mempersiapkan menu berbuka. Jam 5, ceramah dari ustad yang terjadwal mengiringi langkah kaki mereka yang sibuk mondar-mandir mengantarkan piring-piring berisi santap buka ke meja hidangan.


Jemaah tumpah ruah mengisi masjid hingga pekarangan Masjid Jogokariyan. Jalanan sekitar masjid digelar tikar untuk menampung para jamaah yang terus berdatangan. Sistem pembagian santap berbuka dilakukan masing-masing. Panitia menyediakan dan jemaah mengambil. (Ajeng Permatasari & Imad Fr / KR Academy)

Buya Hamka Panutan dari Ranah Minang

Pada Ramadan lalu saya ingat cinta seorang lelaki berkopiah kepada seorang perempuan muslimah mungkin perempuan terbaik dalam hidupnya.
Di masa sulit pemerintahan Soekarno, di suatu sore di bulan Ramadan, muslimah yang dicintai seorang lelaki berpeci itu menunggu kedatangan tukang susu murni.
Tukang susu langganannya biasa mengantar susu tiap sore pukul empat.
Sementara anaknya, yang rutin minum susu murni itu, biasa minum pukul lima sore.
Tapi pukul empat, setengah empat, pukul lima berlalu tukang susu tak kunjung datang.
Perempuan itu mulai panik. Waktu maghrib datang tukang susu baru tiba. Perempuan muslimah yang khawatir itu melangkah tergesa-gesa ke luar rumah. Mungkin akan marah-marah.
Cepat-cepat tukang susu mengeluarkan termos kecil dari tasnya, menyerahkan susu pesanan perempuan itu, dan meminta maaf. “Ada halangan di jalan,” katanya. Tukang susu kemudian buru-buru mohon ijin membatalkan puasa.
Tapi perempuan muslimah itu tidak marah-marah kita sudah salah sangka. Malah ditawarinya tukang susu untuk berbuka puasa bersama suami dan anak-anaknya.
Tukang susu menolak, mungkin segan. Apalagi ia baru saja bikin salah. Tapi barangkali kebaikan memang harus diperjuangkan: kalau menolak ke dalam, makan di teras saja.
Terjadilah kompromi. Atas buka gratis yang tak bisa ditolak hari itu, tukang susu berkata: “Terima kasih. Saya belum pernah menemui ibu yang sebaik Ibu.”
Setelah peristiwa itu tukang susu selalu datang lebih awal, sekitar pukul tiga sore, dengan susu perahan yang masih hangat—tapi, tentu saja, bukan ini yang penting.
Di sore Ramadan yang lain, bertahun-tahun setelah peristiwa tukang susu, sehabis perempuan itu menyiram bunga-bunga di halaman, seorang pedagang pisang berhenti.
“Permisi, Nyonya Besar,” katanya, “Tolong dibeli supaya saya bisa buka puasa dan buat ongkos saya pulang ke kampung.”
Perempuan itu mengamati tandan-tandan. Hanya dilihatnya pisang yang layu dengan kulit yang bocel-bocel. Mengerti kekurangan-kekurangan pisangnya, tukang pisang itu sekali lagi memohon dengan risau. “Saya jual dua sisir sepuluh ribu, Nyonya.”
Tapi transaksi belum terjadi ketika terdengar adzan maghrib. Tampak tukang pisang kebingungan.
Mungkin karena ia tak ada rupiah atau sekedar air putih buat membatalkan puasa.
Nyonya baik hati itu mengerti: ia menawarkan tukang pisang untuk membatalkan puasa sekalian makan bersama suami dan anak-anaknya di dalam rumah.
Tapi, sama seperti cerita tukang susu, tukang pisang merasa sungkan, “Saya minta air teh saja, jangan diajak masuk.” Perempuan itu tidak memaksa. Ia hanya meminta pembantu membawakan minum dan kolak pisang, beserta nasi dan lauk pauk sebagai makan malam tukang pisang.
Selesai berbuka dan makan malam sang nyonya membeli pisang dua sisir. Ia tak memborongnya. “Kalau saya semua nanti malah saya yang jadi tukang pisang,” perempuan itu bergurau. Ia memberi tukang pisang sepuluh ribu, ditambah lima belas ribu tambahan buat ongkos pulang naik angkot, bis, dan ojek.
Tentu saja kebaikan perempuan itu tidak hanya di rumah, dan tidak hanya kepada kaum yang sering membungkuk dalam-dalam tiap ketemu tuan dan nyonya besar seperti tukang pisang dan tukang susu dalam cerita di atas.
Tiap Ramadan, perempuan itu membuat daftar siapa-siapa kerabat yang akan dikunjungi. Ia tak pilih-pilih, entah itu kaya atau miskin.
Selama masih di Jakarta, bahkan kerabat yang rumahnya di tengah wilayah pelacuran pun didatangi. Ia tak peduli kata orang karena tak ada yang salah dengan silaturahim (saudaranya sampai menangis karena haru). Dan ia tidak mengharuskan yang lebih muda mendatangi yang tua semua sama, tak ada yang harus merasa paling layak untuk memulai.
Mungkin karena akhlak semacam itu, lelaki berkopiah yang mencintai perempuan muslimah baik hati itu menaruh hormat.
Lelaki itu, misalnya, menuruti saran sang perempuan agar dirinya tidak menerima pangkat mayor jenderal tituler dari pemerintah (wakil pemerintah dalam hal ini, waktu itu, Jenderal Nasution). Begitu pula saat lelaki itu ditawari menjabat Duta Besar RI di Arab Saudi.
Kekuasaan dan kelimpahan harta di depan mata, tapi perempuan yang selalu di sisinya bertanya: Kalau sibuk, kapan waktu untuk mengaji Al-Quran yang tidak pernah ditinggalkan sejak kecil, kapan waktu untuk membaca dan menambah ilmu pertanyaan yang bertaut pada akhirat.
Perempuan itu ingin lelaki yang mencintainya, yang dicintainya, memilih peran di sebuah masjid yang baru berdiri di dekat komplek rumahnya: Masjid Agung Al-Azhar. “Lebih terhormat dihadapan Allah,” katanya kita bisa membayangkan tatapannya yang lembut tapi yakin.
Dan lelaki itu menurut. Perempuan itu telah memberinya keteguhan hati: Jangan-jangan ia memang tak butuh pangkat dan jabatan, jangan-jangan ada yang jauh lebih berharga ketimbang sejumlah rupiah dan sebuah posisi.
Maka saya ingat, setelah perempuan itu wafat, lelaki berkopiah itu selalu shalat sunnah dan berdoa jika ingat padanya —perempuan terbaik dalam hidupnya— dan kuat sekali lanjut membaca kitab suci sampai 5-6 jam sampai mengantuk, sampai 6-7 kali khatam per bulan. Ketika anaknya bertanya kenapa ia begitu rajin, sampai lembur mendoakan segala, lelaki itu berkata sesuatu yang memang tak mudah: “Ayah takut, kecintaan Ayah kepada Ummi melebihi kecintaan Ayah kepada Allah.”
Saya ingat siapa lelaki yang mengajari kita tentang cinta dan aqidah itu: namanya Hamka. Dan perempuan itu: istrinya.
Akhlak istri adalah cerminan akhlak suami, kalau kata orang.
Sumber tulisan: Sunnah Care

Ketika Pintu Ka'bah Dibuka..............

Prosesi pembersihan Ka’bah dilakukan dua kali dalam setahun. Rumah Allah, Baitullah ini di bersihkan setiap bulan Muharram dan awal Sya’ban. 
Prosesi dihadiri oleh raja Arab, ulama-ulama terkemuka, pejabat pemerintah Arab Saudia, tokoh setempat, dan tamu-tamu undangan kerajaan Arab Saudia.
Bagian dalamnya dipel dengan kain putih yang dibasahi air zam-zam, bercampur dengan minyak gaharu yang bercampur dengan parfum beraroma musk (minyak kelenjar rusa). Sebelum memasuki Ka’bah, raja Arab menerima kunci ka’bah yang diletakkan dalam tas beludru dari para pengawal (Bani Shayba).
Setelah dipel, lantai dan dinding Ka’bah dikeringkan dengan kertas tisu dan kain putih. Kemudian disirami lagi dengan wewangian yang sangat khas. 

PARIKAN SASI POSO (Pepatah Bulan Ramadhan)


1. " OMAH DUWUR ARANE TINGKAT, JAMAAH SHUBUH DO RA MANGKAT "

2. " LAPIS LEGIT TEMUMPANG IRUS, SOBO MESJID MING NUMPANG ADUS "


3. " SAPI JOWO KURU-KURU, SASI POSO MUNG PODO TURU "


4. " NGOMBE KOPI NASGITEL, HOBINE PODO NDOBEL "


5. " WONG NGARIT KECEMPLUNG KALEN, SOBO MESJID MUMPUNG KELINGAN "


6. " MUNGGAH ONDO MEPE TAHU, TAMBAH DINO SOP-E TAMBAH MAJU "


7. " METU NGOMAH AYO MANCING, GURUNE CERAMAH PODO TING PLENCING "


8. " NYIGAR NONGKO NGANGGO ILMU, BAR POSO TAMBAH LEMU "

Tips upload video ke Youtube lebih dari 15 menit


youtube-15-minutesPada awalnya youtube hanya mengijinkan upload video dengan durasi maksimal 10 menit (untuk pengguna gratis/free users). Kemudian batasan itu dinaikkan lagi menjadi 15 menit. Meski 15 menit bagi sebagian pengguna mungkin sudah cukup, tetapi bagi sebagian lain mungkin tidak. Berikut tips untuk menghilangkan batasan ini sehingga bisa upload lebih dari 15 menit.
Caranya sebenarnya sangat mudah, hanya saja mungkin sebagian kita yang sensitif dengan masalah privasi perlu mempertimbangkan cara ini. Karena Google akan meminta nomor HP untuk verfifikasi akun kita. Caranya sebagai berikut :
  1. Login ke akun youtube anda, dan kunjungi halaman atau link iniwww.youtube.com/my_videos_upload
  2. Kemudian klik link Increase your limit yang ada di bagian bawah upload video
    increase-limit-youtube
  3. Ikuti petunjuk dengan memasukkan nomor HP (sertakan kode negara yaitu 62, jadi nomornya menjadi 62xx.. ). Selanjutnya klik tombol Submit
    increase-limit-youtube-verification
  4. Kita akan dibawa ke halaman verifikasi atau konfirmasi kode. Tidak berapa lama, akan masuk SMS dari google yang berisi kode verifikasi tersebut. Tuliskan kode verifikasi di halaman yang diminta. Kemudian klik tombol Verify
  5. Setelah verifikasi berhasil, maka batasan upload 15 menit akan dihilangkan, dan kita bisa upload video lebih lama, bahkan sampai 20 GB
Jika link Increase your limit tidak tersedia, bisa jadi akun kita sudah bisa upload diatas 15 menit. Untuk mengecek, silahkan kunjungi link www.youtube.com/account_features. Dihalaman ini akan ditampilkan fitur apa saja yang tersedia di akun kita. Semoga tips sederhana ini bermanfaat.
http://ebsoft.web.id

Menenal Rukyatul Hilal Indonesia (RHI)


Rukyatul Hilal Indonesia (RHI) adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang memfokuskan diri dalam pengkajian, pengembangan dan sosialisasi ilmu falak di Indonesia. Lembaga ini menghimpun para pemerhati dan ahli hisab rukyat  dari seluruh wilayah Indonesia. Anggotanya saling berkomunikasi, berinteraksi, belajar dan saling menyampaikan infomasi berkenaan dengan ilmu hisab-rukyat atau yang lebih terkenal dengan sebutan Ilmu Falak. Lewat jalinan komunitas  ini diharapkan dapat tercapai cita-cita Lahirnya Sistem Tunggal Penanggalan Islam di Indonesia.
Tujuan lain dari komunitas ini adalah melakukan kajian, pengembangan dan sosiaisasi ilmu falak kepada masyarakat yang berkenaan dengan  kegiatan ibadah umat Islam sepertipenentuan awal bulan Hijriyah, penentuan awal waktu sholat, pengukuran arah kiblat dan pengiraan waktugerhana. Ilmu yang selanjutnya juga dikenal dengan istilah Falak Syar'i atau Hisab Rukyat ini masih merupakan ilmu yang kurang diminati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim.  Hal ini dikarenakan metode pembelajaran ilmu falak masih cenderung tradisional dan stagnan tidak mengikuti perkembangan sains dan teknologi. RHI sebagai lembaga pengkajian dan pengembangan berusaha melakukan perubahan terhadap pola pembelajaran ilmu falak ini dengan menerapkan model pembelajaran multi media dan multi metoda. Dengan demikian belajar ilmu falak bukan lagi merupakan sesuatu yang sulit tapi menyenangkan.
SEJARAH RHI
Didirikan pada 1 Muharram 1427 H atau bertepatan dengan 31 Januari 2006 di Yogyakarta. Berawal dari keprihatinan terdahap perbedaan penetapan hari raya Idul Fitri yang terjadi waktu itu, pembentukan RHI dimulai. Dipelopori oleh Mutoha Arkanuddin ketua perkumpulan astronom amatir Jogja Astro Club (JAC)  yang berdomisili di  Yogyakarta, RHI awalnya merupakan kelompok diskusi online (mailing list) yang membahaspermasalahan seputar hisab-rukyat yang beralamat di Milis RHIWaktu itu masalah yang paling mendapat sorotan adalah kenapa hari raya bisa berbeda. Kelompok diskusi online ini semakin berkembang hinggamemiliki lebih 300 anggota yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Sejalan dengan kemajuannya milis ini akhirnya berkembang menjadi komunitas darat yang sering berkumpul untuk berdiskusi dan melakukan kegiatan observasi lapangan baik berupa pengamatan hilal atau rukyatul hilal yang dilakukan hampir setiap menjelang  bulan baru hijriyah. Hingga akhirnya terwujudlah jaringan rukyat dari seluruh kawasan Indonesia yang diwakili oleh koordinator RHI di wilayah masing-masing. Jaringan rukyat ini diharapkan nantinya dapat membangun dabase hasil rukyat selama kurun waktu tertentu sehingga nantinya dapat menjadi dasar penentuan kriteria awal bulan Hijriyah di Indonesia.
Pada usianya yang ke-3 tepatnya tanggal 13 Desember 2008, RHI secara resmi terdaftar dan menjadi lembaga yang diberi nama Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ilmu Falak (LP2IF) Rukyatul Hilal Indonesia (RHI). Hal ini berdasarkan Akta Notaris yang dikeluarkan oleh Notaris Nurhadi Darussalam, S.H., M.Hum. dengan terbitnya Surat Akta Nomor: 02/Tanggal 13 Desember 2008.
BADAN PENDIRI RHI
Anggota Badan Pendiri RHI berdasarkan Akta Notaris dan secara resmi menjadi saksi berubahnya RHI menjadi sebuah lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ilmu Falak (LP2IF) adalah :
1.  Mutoha Arkanuddin
2.  H. Sofwan Jannah, M..Ag.
Dengan Pengurus Inti :
1.  Direktur : Mutoha Arkanuddin
2.  Sekretaris : H. Sofwan Jannah, M.Ag. (Dosen FIAI Universitas Islam Indonesia)
3.  Bendahara : H. Syaban Nuroni, M.A. (BHR Kantor Kementerian Agama DIY)


ANGGOTA TIM PEMBINA RHI
Mengingat besar dan luasnya medan jangkauan kegiatan Rukyatul Hilal Indonesia (RHI) maka diperlukan pakar-pakar yang sesuai dengan bidangnya dan siap membantu mengembangkan RHI menjadi komunitas yang besar dan beranggotakan personil-personil dan relawan yang siap membantu secara  ikhlas demi tercapainyavisi dan misi RHI. Berikut ini daftar Anggota Tim Pembina Rukyatul Hilal Indonesia (RHI):
1.  DR. T.  Djamaluddin  -  Lembaga Penerbangan  dan Antariksa Nasional  (LAPAN) Bandung
2.  Drs. Oman Fathurahman, MAg.    -    Majlis Tarjih dan Tajdid  PP. Muhammadiyah
3.  DR. Moedji Raharto   -   Observatorium Bosscha  Lembang  Bandung
4.  Drs. Muhyidin Khazin, MAg.  -  Badan Hisab Rukyat (BHR) Pusat Jakarta
5.  Drs. Slamet, MT  -  Kepala Lab. Astronomi UNY
6.  Ir. Djawahir Fahrurrazi, MT - Dosen FT. Geodesi UGM Yogyakarta
Sampai saat ini usaha rekruitmen  para pakar baik sebagai Tim Pembina maupun Pengurus Komunitas serta anggota komunitas  masih terus dilakukan baik secara langsung maupun melalui berbagai media. - http://rukyatulhilal.org/profile/index.html

Apa kabar, hai Hisyam!


Ini adalah kisah keteguhan ulama’ salaf dan kedalaman ilmu mereka, dimana setiap tindakannya senantiasa didasari ilmu, sehingga tidak ragu dan bimbang dalam mengambil setiap keputusan. Ini juga kisah keterusterangan mereka diatas kebenaran, tidak takut kepada siapapun selain Allah ta’ala.
 
Dikisahkan, bahwa suatu ketika Hisyam bin ‘Abdul Malik, salah seorang khalifah Umawiyah, tiba ke Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Tatkala telah masuk ke Makkah, khalifah berkata, “Datangkan kepadaku salah seorang Sahabat!” Dijawab, “Wahai amirul mu’minin, mereka semua telah tiada.” Khalifah berkata lagi, “Dari kalangan Tabi’in!?” Maka, didatangkanlah Thawus al-Yamani. Ketika beliau telah masuk untuk bertatap muka dengan khalifah, beliau melepas sandalnya di tepian permadani, dan tidak memberi salam dengan menyebut amirul mu’minin (pemimpin kaum beriman), akan tetapi beliau berkata, “Assalamu ‘alaika, wahai Hisyam!” Beliau juga tidak menyebut gelarnya dan duduk begitu saja di depan khalifah, lalu berkata, “Apa kabar, hai Hisyam!”

Maka, mendidihlah kemurkaan Hisyam, dan nyaris saja ia menyuruh orang untuk membunuh Thawus. Hisyam berkata kepada Thawus, “Apa yang meyebabkanmu berbuat begitu?!” Beliau balik bertanya, “Memangnya, apa yang telah aku lakukan?” Maka, Hisyam pun semakin marah dan mendongkol. “Engkau melepas sandalmu di tepian permadaniku, engkau tidak mencium tanganku, engkau tidak mengucapkan salam kepadaku dengan menyebut amirul mu’minin, engkau tidak menyebut gelarku, engkau duduk di depanku tanpa meminta izin, dan engkau berkata; ‘Apa kabar, hai Hisyam?’”

Thawus menjawab, “Tentang perkataanmu: ‘Engkau melepas sandalmu di tepian permadaniku’, maka aku melepasnya di hadapan Tuhan semesta alam setiap hari lima kali, namun Dia tidak menghukumku dan tidak pula marah kepadaku. Tentang perkataanmu: ‘Engkau tidak mencium tanganku’, maka aku mendengar ‘Ali bin Abi Thalib berkata, “Tidak boleh seorang laki-laki mencium tangan seseorang, kecuali istrinya karena syahwat atau anaknya karena kasih sayang.” Tentang perkataanmu: ‘Engkau tidak mengucapkan salam kepadaku dengan menyebut amirul mu’minin’, sebenarnya tidak semua orang ridha dengan kepemimpinanmu, maka aku pun tidak mau berbohong. Tentang perkataanmu: ‘Engkau tidak menyebut gelarku’, maka sesungguhnya Allah menyebut langsung nama wali-wali-Nya. Allah berfirman: “Wahai Dawud, wahai Yahya, wahai ‘Isa.” Namun Allah justru menyebut gelar musuh-musuhnya, maka Dia berfirman: “Celakalah kedua tangan Abu Lahab.” Tentang perkataanmu: ‘Engkau duduk di depanku’, maka sungguh aku mendengar ‘Ali bin Abi Thalib berkata, “Bila engkau ingin melihat salah seorang (calon) penghuni neraka, maka lihatlah seseorang yang duduk dan di sekitarnya ada sekelompok orang yang berdiri.”

Maka, Hisyam pun berkata, “Nasehatilah aku.”

Thawus berkata, “Aku mendengar ‘Ali bin Abi Thalib berkata: ‘Sesungguhnya di dalam neraka Jahannam terdapat ular-ular (yang bergelung) bagaikan tempayan-tempayan raksasa, juga kalajengking-kalajengking yang (besarnya) bagaikan bighal (kuda-keledai). Mereka akan menggigit dan menyengat setiap penguasa yang tidak adil memimpin rakyatnya.”

Thawus kemudian bangkit berdiri, dan keluar.

(*) Diceritakan oleh al-Hafizh Jalaluddin as-Suyuthi dalam Ma Rawahul Asathin Fi ‘Adamil Maji’ Ilas Salathin, hal. 62-63. Thawus yang diceritakan disini adalah Thawus bin Kaysan Abu 'Abdirrahman al-Yamani al-Janadi, salah seorang murid Ibnu 'Abbas yang terkemuka. Beliau keturunan Persia, tepatnya dari keturunan pasukan Persia yang dikirim Kishra ke Yaman. Dikenal sebagai tokoh yang sangat menjauhi penguasa di zamannya. Beliau wafat tahun 105 H, atau sekitar itu.

Perahu Ajaib



Di sebuah negeri, seorang atheis (tidak mempercayai keberadaan Tuhan) menantang ulama’ kaum muslimin untuk berdebat dengannya. Maka, dipilihlah salah seorang ulama’ yang paling cerdik untuk melawannya. Waktu pertemuan pun telah ditetapkan. Pada hari itu, semua orang menanti-nanti kedatangan ulama’ tersebut, namun beliau terlambat. Si atheis itu pun berseru kepada semua hadirin, “Ulama’ kalian telah melarikan diri! Dia tahu bahwa aku pasti akan mengalahkannya, dan aku akan membuktikan kepada kalian bahwa alam ini tidak mempunyai Tuhan!”

Ketika ia sedang berbicara demikian, ulama’ yang ditunggu-tunggu itu pun muncul. Beliau minta maaf atas keterlambatannya, lalu menjelaskan sebabnya, “Dalam perjalanan kesini, saya tidak mendapatkan perahu untuk menyeberangi sungai. Lama sekali saya menunggu di tepiannya. Tiba-tiba saya melihat papan-papan kayu muncul dari dalam air, lalu dengan sangat cepat dan teratur mereka bergabung satu sama lain sehingga terbentuk menjadi sebuah perahu. Lalu, ia mendekat dan saya pun menaikinya untuk menyeberang. Sekarang, saya telah berada di tengah-tengah kalian.”

Si atheis itu berteriak memprotes, “Orang ini sudah gila!! Mana mungkin kayu-kayu bisa berkumpul dan membentuk sebuah perahu, tanpa ada seorang pun yang mengendalikannya?! Mana mungkin mereka bergerak tanpa ada satu wujud (eksistensi) lain yang menggerakkannya?!” Ulama’ itu pun tersenyum, lalu berkata pelan, “Kalau begitu, apa yang akan Anda katakan pada diri Anda sendiri, padahal Anda telah mengatakan bahwa jagad raya yang sangat besar dan hebat ini tidak mempunyai Tuhan?!”

*) Judul asli: qisshatu al-qaarib al-‘ajiib (kisah perahu ajaib), dikutip dan diterjemahkan dari Majmu’ah Minal Qashash al-Qashirah (Kumpulan Anekdot). Link:http://www.ru4arab.ru/cp/eng.php?id=20050522224557&art=20050523011149-http://adabuna.blogspot.com

Membuat Mobile Website Gratis dengan Dudamobile


Dudamobile.com adalah suatu website yang menyediakan pelayanan untuk mengubah suatu website menjadi mobile website. Mobile website adalah website yang susunannya (layout) mengikuti layar dari smartphone, sehingga pembaca merasa nyaman saat membaca website yang kita punyai. Sebuah website yang tidak mempunyai mobile website akan sangat susah untuk dibaca oleh pengguna melalui smart phone. Keunggulan dari Dudamobile adalah sangat mudah untuk digunakan, anda tidak memerlukan keahlian khusus dalam programming website untuk bisa membangun mobile website. Dudamobile mengubah secara otomatis website anda menjadi mobile website hanya dalam 1 klik. Tampilan dari mobile website pun seperti warna dan sususan bisa di ganti dengan sangat mudah. Berikut adalah langkah-langkah untuk mengubah website anda menjadi mobile website menggunakan dudamobile.com:
1. Siapkan website anda
Untuk bisa membuat mobile website menggunakan dudamobile, pertama-tama kita memerlukan website yang telah kita bangun. Setelah itu, anda tinggal menginput alamat website anda pada textbox yang tersedia pada dudamobile.com. Dalam sekejap website anda sudah diubah menjadi mobile website. Langkah selanjutnya adalah mengubah tampilan mobile website anda.
2. Pilih layout
Terdapat beberapa layout yaitu list, expanding, matrix, bottom dan top. Anda bisa menyesuaikan layout ini sesuai dengan keinginanan anda. Terdapat juga pilihan 13 komposis warna yang sangat cantik yang bisa anda pilih. Setelah anda puas menggunakan kreatifitas anda dalam mengatur layout dan warna. Langkah selanjutnya adalah mengubah Susunan dari isi website anda agar terlihat lebih teratur.
3. Mengubah susunan
Terdapat beberapa pilihan untuk mengubah header dan logo, artikel website, menu navigasi, footer, menghapus isi dan menambah icon pada website. Anda juga bisa menambah lokasi dari usaha sehingga pembeli mengetahui lokasi dari usaha anda.
4. Mempublikasi website
Setelah anda melakukan tahap sebelumnya, sekarang mobile website anda siap untuk dipublikasikan. Terdapat 2 pilihan publikasi, yang pertama adalah publikasi secara biasa dan publikasi dari hosting anda. Jika anda memilih publikasi biasa, maka alamat website anda menjadi sebagai contoh http://mobile.dudamobile.com/site/websiteanda. Sehingga pengguna perlu mengetik alamat diatas, untuk bisa mengakses mobile website anda. Jika anda memilih untuk mempublikasi melalui hosting anda, maka pelanggan anda akan di hubungkan langsung (redirect) ke mobile website anda, jika mereka mengakses dari smart phone.
Dudamobile menyediakan tampilan untuk android, iphone, windows phone dan blackberry.  Terdapat beberapa keterbatasan jika menggunakan dudamobile secara gratis, yaitu hanya terbatas 10 halaman, hanya bisa diakses oleh 500 pengguna, alamat yang akan anda dapat adalah  http://mobile.dudamobile.com/site/websiteanda dan jika terdapat kesulitan, maka anda hanya akan mendapat jawabannya melalui diskusi-diskusi komunitas dudamobile. Selamat mencoba. 
http://pengusahamuslim.com

Qal'at al-Bahrain, Saksi Kemegahan Arab Kuno


VIVAlife - Qal'at al-Bahrain merupakan salah satu situs arkeologi yang turut mencatatkan sejarah kebesaran bangsa Arab. Gundukan berstrata 300 x 600 meter ini menjadi saksi peradaban Dilmun di Bahrain sejak tahun 2300 SM hingga abad 16.

Areal seluas 16 hektar ini masuk dalam Warisan Budaya Dunia UNESCO tahun 2005. Awalnya bangunan kokoh ini adalah sebuah qal'a, yang dalam bahasa Arab berarti pelabuhan. Masyarakat menyebutnya Qal'at al-Burtughal atau pelabuhan Portugal, karena pernah dijadikan benteng oleh bangsa Portugis.

Portugis sendiri, menduduki Bahrain pada tahun 1500an karena menilai daerah ini merupakan titik strategis untuk melindungi jalur perdagangan mereka yang membentang dari India, Afrika, dan Eropa. Mereka menduduki area ini, dan kemudian membangun basis militer dengan memperkuat benteng pertahanan mereka.

Baru 25 persen bagian qal'at yang telah diekskavasi, namun itu sudah cukup mengungkap kejayaannya di masa lalu sebagai pusat tempat tinggal, perbelanjaan, religius, dan militer. Situs ini memiliki menara, kanal yang mengarah ke laut, serta area perkebunan kelapa sawit.

Pelancong dapat berkunjung ke museum kecil yang ada di area benteng untuk melihat peninggalan peradaban seperti puisi dan stempel surat. Ada kafe yang cukup nyaman di bagian teras museum untuk mengisi perut.
Qalat al Bahrain
Restorasi situs yang berlokasi di pinggiran ibukota Bahrain, Manama, ini pertama kali dilakukan pada 1987, dan yang paling mutakhir adalah tahun 2005. Sebagian besar struktur situs masih terawat baik meskipun turis tidak dipungut biaya masuk saat berkunjung.-http://life.viva.co.id

Baru, KBBI Offline 1.5 mendukung pencarian dengan Regular Expression


kbbi-logoKBBI versi luar jaringan (luring) atau offline versi 1.5 saat ini kembali dirilis. Kali ini terdapat tambahan fitur yang bermanfaat untuk mencari kata dengan pola tertentu (diistilahkan dengan Regular Expressions atauRegex). Selain itu ditambahkan pula beberapa fitur dan perbaikan dari versi sebelumnya. Silahkan ikuti ulasan berikut mengenai apa itu Regex.
Didalam dunia programming, web developer, pencarian di database, dan sejenisnya, biasanya Regular Expressions sudah tidak asing lagi. Teknik ini banyak digunakan untuk pencarian kata (text atau string) dengan pola-pola tertentu. Mulai versi 1.5, KBBI Offline mendukung pencarian dengan Regex ini. Caranya tinggal memilih ‘RegEx’ di pilihan lema dan tulisan pola kata yang ingin dicari, kemudian tekan Enter atak klik tombol Cari.
kbbi-offline-1.5

Mengenal Regular Expressions (RegEx)

Pembahasan lengkap tentang Regex ini tidak akan saya bahas di tulisan ini. Hanya beberapa pola yang saya jelaskan, terutama penggunaannya di KBBI Offline ini. Ketika memilih pencarian dengan Regex, ada beberapa huruf (karakter) khusus yang mempunyai fungsi tertentu, yaitu: .*?+[{|()^$\. Ketika mencari dengan menyertakan satu atau lebih huruf tersebut, berarti pencarian menggunakan pola tertentu. Beberapa fungsi huruf khusus yang cukup bermanfaat di KBBI Offline antara lain:
HurufPenjelasan
.Mencari sembarang satu huruf. Misal aba.. akan ditemukan didalam kata: abadi, abadiah, abaimana,abaika dst
+Mencari huruf sebelumnya atau ditambah dengan sembarang kata/huruf setelahnya. Misalnya aca+ maka akan dicari semua kata yang awalannya aca, misal : acah, acala, acang dst.
{n}
{n,m}
Mengulangi huruf sebelumnya sebanyak n sampai m kali. Jika tanpa m, maka huruf sebelumnya diulangi sebanyak n kali. Misalnya ma{2}f akan menemukan kata maaf, karena huruf a diulang sebanyak 2 kali (a{2}).
[...]Mencari salah satu huruf yang ada didalam tanda kurung siku
[^...]Mencari yang tidak ada hurufnya didalam kurung siku
^Mencari dari awal kata/text (mengawali text)
$Mencari tepat di akhir (mengakhiri text). Jika digabungkan dengan tanda ^ di bagian awal, maka akan mencari tepat kata. Misalnya ^aba..$ akan mencari kata yang diawali ‘aba’ ditambah dengan tepat dua huruf setelahnya (abadi, abaka, abang).
Kalau hanya deskripsi fungsi diatas mungkin kurang jelas dan banyak yang masih bingung bagaimana cara menggunakannya. Untuk lebih mempermudah, beriku beberapa contoh penggunaan Regex di KBBI Offline untuk mencari kata-kata tertentu :
  • ter.m..l akan mencari kata yang memuat tulisan ‘ter’, sembarang satu huruf (tanda .), diikuti huruf ‘m’, diikuti lagi sembarang 2 huruf (tanda ..) dan diikuti huruf ‘l’. Sehingga ditemukan kata: terampil, terombol
  • ^per.m.+ akan mencari kata yang diawali per (karena ada tanda ^ sebelum per), diikuti satu huruf (tanda .), diikuti lagi huruf ‘m’, diikuti sembarang huruf sebanyak-banyakknya ( . = sembarang huruf dan tanda + berarti sembarang huruf tersebut boleh ada sebanyak-banyaknya). Sehingga akan ditemukan kata semisal : perambut, perempuan, perimbas, perimeter dsb.
  • ^ka.+sasi$ mencari kata yang diawali ka, diikuti sembarang huruf (tanda .) yang boleh ada sebanyak-banyaknya, kemudian diikuti ‘sasi’. tanda $ berarti tidak ada huruf lagi setelah ‘sasi’ (sasi adalah text terakhir). Sehingga ditemukan kata semisal: kaderisasi, kanalisasi, katalisasi dsb.
  • ^se.{3}ing$ akan mencari kata yang diawali ‘se’ (ada tanda ^ sebelumnya), diikuti sembarang huruf (tanda .) yang diulang 3 kali ( {3} berarti huruf harus ada sebanyak 3 kali, karena huruf sebelumnya adalah tanda . berarti sembarang huruf ada 3) kemudian diikuti ‘ing’ dan setelah ‘ing’ tidak boleh ada huruf lagi (karena ada tanda $). Sehingga ditemukan : sekering, sepeling, seruling, dsb.
  • ^se.{1,4}ing$ sedikit modifikasi dari pola sebelumnya, perbedaannya disini diantara ‘se’ dan ‘ing’ boleh ada sembarang huruf sebanyak 1 sampai 4 kali. Sehingga ditemukan kata semisal : sekring, selanting, seling, semunding, dsb
  • ^l[ae]mp[aiueo]{2}$ mencari kata yang diawali huruf ‘l’ diikuti huruf ‘a’ atau ‘e’(tanda [ae]), diikuti huruf ‘mp’, diakhiri huruf a/i/u/e/o (tanda [aiueo]) sebanyak 2 kali (tanda $). Sehingga ditemukan kata : lampai, lampau, lempai
Mungkin beberapa contoh diatas cukup untuk mewakili contoh penggunaan Regular Expression untuk pencarian kata didalam KBBI Offline 1.5 ini, semoga tidal membuat bingung :) (meskipun wajar saja jika masih bingung, karena ketika awal menggunakan regex saya pun juga tidak mudah mengikuti pola-pola tersebuh). Diatas hanya sebagian kecil saja penggunaan regex, masih sangat banyak pola lain yang bisa dikembangkan, dan huruf khusus atau penanda pola untuk regex juga masih banyak. Selengkapnya bisa membaca beberapa referensi disini : Regex reference atau di regular-expression.info.
Selanjutnya apa saja perubahan di versi 1.5 dibanding dengan versi sebelumnya? Berikut selengkapnya:
  • * Perbaikan error ketika klik bagian kosong kata utama/tambahan
  • * Perbaikan setting ‘Tepat sama’ di pencarian arti
  • * Perbaikan hasil pencarian arti yang sebelumnya huruf kecil semua
  • + Penambahan informasi tooltip menu/button
  • + Menu informasi singkatan yg lebih informatif
  • + Pencarian kata dengan Regular Expression
  • + Menampilkan kata acak (button ‘Rnd’ atau Ctrl+R)
Seperti biasa, KBBI Offline adalah freeware dan juga open source. yang ingin menggunakan langsung, silahkan download KBBI Offline 1.5 installer atau KBBI Offline 1.5 Portable. Source kode bisa dilihat di Google Code KBBI Offline dan yang ingin memberikan donasi silahkan melihat halaman about me. Semoga bermanfaat
http://ebsoft.web.id

Misteri Kubah Hijau Masjid Nabawi ?




Banyak pemberitaan palsu yang dibawakan oleh para pengikut Ahlul Bid’ah, Kaum Sufi, Ahbash dan bahkan Kaum Syi’ah yang mengatakan bahwa di atas kubah itu terdapat kuburan seorang “Salafy Wahabi” yang melekat/menempel dikubah hijau masjid Nabawi, karena konon ceritanya seorang wahabi itu hendak merobohkan, menghancurkan kubah tersebut, kemudian seorang wahabi itu di sambar petir dan mati melekat di sana.
Dan konon katanya (Qiila Wa Qoola) penjaga makam Rasulullah itu bermimpi agar seorang Wahabi yang mati di sana untuk tidak di ambil, tidak dimandikan, tidak dikafani, tidak disholatkan dan tidak dikuburkan jenazahnya selayaknya seorang muslim. Jenazahnya harus tetap menempel di situ Dengan maksud untuk peringatan bagi semua kaum Muslimin. Na’udzubillahi min dzaalik….
Ini adalah berita PALSU…..!!!!
Coba lihat lagi video ini, dalam video ini menunjukkan bahwa yang mereka kira (Ahlul Bid’ah) itu adalah kuburan seorang wahabi yang melekat di sana, merupakan sebuah Tingkap (jendela di atap) yang digunakan oleh masyarakat Islam sebelum zaman Kerajaan Sa’ud untuk digunakan sebagai tingkap (jendela di atas atap) apabila tiba musim panas. Dan sekarang jendela tersebut digunakan untuk membersihkan Kubah Hijau tersebut dari atas….
Tambahan :
Misteri Kubah Hijau Masjid Nabawi
Kubah Hijau
Kubah ini pertama kali dibangun pada 1279M; terakhir kali direnovasi dan dicat dengan warna hijau pada 1837M.
Kamar ‘Aisyah
Ini adalah ruangan tempat dimakamkannya Rasulullah. Dinding ruangan ini dibuat dari batu hitam dan bagian atapnya memiliki kubah kecil berwarna hitam yang disebut Qubah An-Nur. Kamar ini sama sekali tidak memiliki pintu dan sama sekali tertutup dari luar, kecuali sebuah jendela di atas kubah yang ditutup dengan teralis.
Pada tahun 1477M masjid Nabawi hancur karena kebakaran. Dinding Kamar dan dinding segi lima yang mengelilinginya mengalami retak dan harus diruntuhkan untuk untuk rekonstruksi. Ini adalah terakhir kalinya Kamar yang agung ini dapat terlihat dan terbuka untuk dimasuki. Kamar ini kembali ditutup pada 23 Januari 1477M.
Dinding Timah
Dinding ini ditanam disekeliling Makam Rasulullah oleh Sultan Nuruddin Zanki pada 1179M karena dia khawatir terhadap orang-orang kafir yang berusaha mencuri jasad Rasulullah.
Dinding Segi Lima
Pada tahun 709M Al-Walid bin Abdul Malik membangun 5 buah dinding di sekeliling Kamar Agung ini. Dinding ini tidak memiliki pintu ataupun jendela, oleh karena itu Kamar Agung ini benar-benar terkunci didalam dinding ini.
Misteri Kubah Hijau Masjid Nabawi
Bagian Dalam Kubah Hijau / Kamar ‘Aisyah
Sumber :

Susu Unta Mujarab Tangkal Diabetes


Unta

Jeddah, GATRAnews - Susu unta diyakini mujarab untuk mencegah dan mengurangi penyakit diabetes mellitus dan serangan jantung. Suku Badui di Arab Saudi sudah mengonsumsi susu unta ini sejak ribuan tahun lalu. 
"Orang Badui mampu bertahan hidup 1-2 bulan di padang pasir hanya dengan meminum susu unta," kata Ali Mazroi, pengusaha kargo dan pengelola sejumlah hotel yang rutin minum susu unta. Khasiat lain dari susu unta ini, menurutnya, menjaga kebugaran tubuh.

Ali Mazroi, yang merupakan keturunan Arab Badui, kepada Antara di Jeddah, Sabtu (24/11), mengatakan, saat ini minum susu unta segar di pinggir jalan, menjadi kebiasaan masyarakat di kota itu.

Saking populernya susu unta, produk itu juga sudah dibuat dalam bubuk kamasan dan banyak dijual di pasar swalayan.

Di Jeddah terdapat sejumlah penjual susu unta segar, seperti di daerah Aburak Raghamah dan jalan menuju Usfan, yang memajang unta yang siap diperah susunya di pinggir jalan.

Di Aburak Raghamah terdapat sekitar 10 penjual susu unta segar dengan memajang hewan berpunuk tunggal itu sebanyak 8-20 ekor.

Peternaknya, sebagian besar orang Sudan, menjual semangkuk kecil susu unta seharga 10 riyal dan 25 riyal untuk mangkuk besar. Susu diperah langsung dari unta yang dipajang, berwarna susu putih, berbuih dan encer.

Susu unta mirip susu kambing, bisa langsung diminum setelah buihnya disaring satu kali. Rasa susu agak asin tetapi tidak membuat enek seperti susu sapi.

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), dalam salah satu artikelnya menyebutkan, susu unta adalah nektar murni, lebih asin dibandingkan susu sapi dan bagus untuk tubuh manusia, serta mengandung Vitamin C tiga kali lebih kaya dibandingkan susu sapi. Susu unta juga kaya zat besi, lemak tak jemuh dan Vitamin B

Camel Dairy Milk Ltd di Nanyuki, Kenya, dalam kerja sama penelitian dengan Kenya Medical Research Institute (KEMRI) mengungkapkan bahwa susu unta mengurangi penyakit diabetes karena kaya insulin dan mencegah serangan jantung.

Di banyak negara, susu unta dijadikan solusi untuk mengatasi bayi kekurangan gizi.

Selain di kawasan Timur Tengah, unta Arab (dromedaris) hidup di kawasan afrika utara dan anak benua India. Jumlahnya sekitar 14 juta ekor.

Di Afrika utara, unta Arab sangat berperan bagi sebagian negara, seperti Somalia dan Ethiopia sebagai hewan tunggangan dan dimanfaatkan susunya.

FAO menyatakan, susu unta memiliki potensi ekonomi yang besar karena kebutuhan susunya tidak hanya bagi anakan unta dan suku nomaden tetapi juga punya potensi pasar sekitar 200 juta konsumen di kawasan Arab dan jutaan lainnya di Afrika, Eropa dan Amerika.(TMA)-
http://saudi-tauhid-sunnah.blogspot.com

Murottal Quran 30 Juz Sheikh Maahir Al Mu'ayqali

Shalat Tepat Waktu !

KOLEKSI CERAMAH MP 3

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Al Qur'anku

Mushaf Al Qur'an

Jazakumullah Khayran

Daftar Isi

Al Qur'an dan Murotal

TvQuran

Kajian Ilmu Tajwid