REPUBLIKA.CO.ID, Kini, wajah dari Masjidil Haram berubah. Jika dulu hanya ada bangunan yang mengelilingi Ka’ bah, sekarang ada sebuah gedung pencakar langit yang tinggi menjulang di dekatnya. Seperti seorang sahabat, menara itu pun berdiri seakan melindungi Masjidil Haram.
Gedung yang belum rampung dibangun ini adalah Menara Clock Royal. Bangunan setinggi 600 meter itu merupakan bangunan tertinggi kedua di dunia setelah Burj Khalifa di Dubai.
Walaupun pembangunannya belum selesai, Menara Jam Makkah sudah dioperasikan sejak dua tahun lalu, tepatnya pada Kamis 12 Agustus 2010.
Bangunan ini dibangun Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al-Saud me lalui hibah dari Yayasan Raja Abdul Aziz. Menara ini menggunakan kepakaran juru tera Jerman dan dibangun oleh Saudi Bin laden Group dengan melibatkan 250 pekerja ahli Muslim.
Gedung ini sebenarnya adalah sebuah hotel yang di atasnya dibuat menara jam layaknya Big Ben di London. Selain memajang jam yang besarnya enam kali lebih besar dari Big Ben, menara ini juga dilengkapi dengan pengeras suara yang bisa memperdengarkan azan hingga tujuh kilometer jauhnya.
Selain itu, gedung ini dipercantik dengan 21 ribu lampu merah dan hijau di puncak menara yang menyala saat azan berkumandang. Lampu ini bisa dilihat dari jarak 30 kilometer.
Tulisan syahadat dan Allah pun tertulis di atasnya. Tulisan ini bisa dilihat dari jarak 25 ki lometer. Tak hanya itu, pun caknya pun dilapisi emas dengan sebuah simbol bulan sabit yang ber tengger.
Untuk menghindari kemacetan, juga akan dibangun terowongan yang menghubungkan Mina Mudzalifah dan Arafah. Disediakan dua lift yang dapat mengantar pengunjung hingga ke sebuah anjungan yang terletak lima meter di bawah jam.
Secara keseluruhan, proyek ini diprediksi selesai pada 2016. Menara jam ini nantinya diharapkan dapat menjadi patokan waktu alternatif selain Greenwich Mean Time (GMT) di Inggris yang sudah berusia 126 tahun sejak 1884.
Persidangan di Doha pada 2008 silam menyatakan, Makkah adalah titik pusat bumi sebenarnya. Menara jam menggunakan standar sendiri atau Saudi Standard Time yang tiga jam lebih dulu daripada standar GMT.
Keberadaan menara ini juga dapat mengurangi kasus jamaah haji dan umrah yang tersesat. Jamaah hanya perlu berjalan menuju pelataran jam yang letaknya berhadapan dengan Pintu 1 Masjidil Haram bila terpisah dari rombongan.
Tak jauh dari pelataran itu, ada pintu keluar, di antara pusat perbelanjaan Bin Dawood dan Hotel Hilton, menuju jalan besar Ibrahim Khalil. Jalan ini menghubungkan kawasan tersebut dengan daerah Mismalah, Bakhutmah, dan beberapa tempat pemondokan lain.

0 komentar:

Poskan Komentar

top