Sudahkah anda tilawah da tadabbur Al Qur'an hari ini ?

Istiqomah.. Oh Istiqomah.. Ayat Perintah Istiqomah Menjadikan Rambut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam Beruban..


955 – ( صحيح )
[ شيبتني { هود } و { الواقعة } و { المرسلات } و { عم يتساءلون } و { إذا الشمس كورت } ] . ( صحيح ) . وورد مختصرا بلفظ : شيبتني { هود } وأخواتها . وسنده جيد
الكتاب : السلسلة الصحيحة
المؤلف : محمد ناصر الدين الألباني
الناشر : مكتبة المعارف – الرياض
Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa yang membuat rambut Beliau beruban adalah surat Huud dan saudara-saudaranya, yaitu surat Al-Waaqi’ah, Al-Mursalaat, An-Naba’ dan At-Takwir. [As-Silsilah Ash-Shahihah, karya Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah].
Al-Imam Abu Muhammad Al-Husain bin Mas’ud Al-Baghawi [wafat 516 H] dalam tafsirnya Ma’alimut Ta’wil, yang ditahqiq [dikoreksi] dan ditakhrij [dijelaskan hadisnya] oleh tiga ulama’, yaitu Muhammad Abdullah An-Namir, Utsman Jum’ah Dhumairiyyah dan Salim muslim Al-Harsy membawakan riwayat dari sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma:
قال ابن عباس رضي الله عنهما: ما نزلت على رسول الله صلى الله عليه وسلم آية هي أشدّ عليه من هذه الآية، ولذلك قال: “شيبتني هود وأخواتها”.
Berkata Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma: “Tiadalah turun kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam ayat yang lebih berat atas Beliau daripada ayat ini [surat Huud ayat 112], karena itulah Beliau bersabda: “Telah membuatku beruban surat Huud dan saudara-saudaranya”.
Inilah ayat yang membuat rambut Beliau beruban:
{ فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ }
“Hendaklah kamu istiqomah sebagaimana diperintahkan kepadamu”.
قال عمر بن الخطاب رضي الله عنه: الاستقامة أن تستقيم على الأمر والنهي.
Sahabat Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Istiqomah itu hendaklah kamu istiqomah dalam perintah dan larangan”.
Maksudnya, istiqomah mengerjakan perintah Allah dan istiqomah meninggalkan laranganNya.
عن سفيان بن عبد الله الثقفي قال: قلت، يا رسول الله قل لي في الإسلام قولا لا أسأل عنه أحدا بعدك، قال: “قل آمنت بالله ثم استقم”.
أخرجه مسلم في الإيمان، باب جامع أوصاف الإسلام، برقم (38).
Sahabat Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqafi radhiyallahu ‘anhu berkata; Aku bertanya, wahai Rasulullah, katakan kepadaku tentang Islam yang aku tidak perlu bertanya lagi kepada orang lain setelah itu.
Beliau bersabda: “Katakanlah, ‘aku beriman kepada Allah’, kemudian istiqomahlah.”
(HR. Muslim).
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (30) نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ (31) نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ (32)
Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.
Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu mint.
Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS 41 Fushshilat: 30-31)
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (13) أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (14)
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqomah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.
Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan”.
(QS 46 Al-Ahqaaf: 13-14)
Istoqmah adalah yang terberat.. Istiqomah mengerjakan perintah Allah, istiqomah meninggalkan larangan Allah, istiqomah dalam berdakwah, istiqomah dalam bertauhid, istiqomah dalam sunnah, istiqomah dalam kejujuran, istiqomah dalam taubat, istiqomah dalam sabar, istiqomah dalam ikhlas… Istiqomah… Istiqomah.. Istiqomah… Dst…
Istiqomah berarti lurus sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah tanpa bengkok sedikitpun..
Istiqomah.. Oohh istiqomah..
Ya Allah Jadikanlah kami semua istiqomah dalam Islam dan Sunnah sampai akhir hayat kami, sampai berjumpa denganMu di JannahMu bersama RasulMu, memandang WajahMu yang Maha Mulia dan mendapat RidhaMu, amiin yaa Mujiibas Saa’iliin..
Sebagian ulama yang lain berpendapat yang membuat rambut Beliau beruban adalah kisah-kisah kedahsyatan yang terjadi hari kiamat nanti, dll. Semoga Bermanfaat.
http://www.kajianislam.net

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More