Rabu, 17 Oktober 2012
MAKKAH (KRjogja.com) - Dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan ibadah haji, jumlah umat Islam yang tumplek di Makkah semakin banyak. Bahkan saat salat wajib 5 waktu, Masjidil Haram sudah tidak mampu menampung jamaah yang datang dari seluruh penjuru dunia.
Dapat dipastikan, kalau ke Masjidil Haram satu jam sebelum 'manjing' waktu salat rawatib, maka jamaah akan kesulitan masuk masjid. Kalau 'tega' melangkahi para jamaah di pelataran masjid, mungkin bisa beruntung bisa salat di lantai atas. Namun kalau tidak, harus rela salat di mana pun kebagian tempat, meski kadang harus 'epet-epetan'.

Bahkan banyak yang akhirnya rela salat wajib di sepanjang jalan menuju Masjidil Haram, atau sekitar tempat pemberhentian bus, yang penting masih terdengar suara imam. Tidak sedikit juga yang harus salat di emperan mall atau pertokoan di pinggir-pinggir jalan, atau bahkan di selai gerai di dalam mall.

Sedang bagi yang tahu, kalau tidak kebagian tempat salat akan menuju lantai atas mall Bin Dawood. Di sana ada empat ruangan besar (2 untuk putra dan 2 untuk putri) yang disediakan untuk salat. Di tempat yang juga biasa disebut masjid ini beralaskan karpet dan sound system yang tersambung dengan sound system di Masjidil Haram.

Masjidil Haram sendiri sebenarnya sudah luas, dengan halaman yang juga luas. Terdiri lantai bawah, kemudian lantai dasar yang tersambung langsung dengan pelataran Ka'bah, kemudian lantai 1 dan lantai 2. Namun hal ini belum mampu menampung semua jamaah pada musim haji. Sementara itu perluasan masjid di sisi utara, saat ini masih terus dikerjakan. (Fie)

0 komentar:

Poskan Komentar

top