JEDDAH- Peringatan bagi calon jamaah haji Indonesia. Jangan melakukan hal-hal yang tidak dianjurkan dan tidak memiliki dasar Alquran dan hadist di dalam melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.
Imbauan tersebut disampaikan Utusan Kementerian Urusan Agama Islam, Wakaf, Dakwah, dan bimbingan Agama Arab Saudi Syekh Muhammad Nazfan Attuwajiri dalam menyambut calon jamaah haji Indonesia di bandara King Abdul Azis, Jeddah, tahun yang lalu.
Nafzan menyampaikan imbauan tersebut dalam bahasa Arab dan diterjemahkan Farid Hamidi, petugas pendamping dan penerjemah dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. “Atas nama Kerajaan Arab Saudi saya mengucapkan selamat datang para calon haji, semoga Anda semua menjadi haji yang mabrur,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Syekh juga menganjurkan agar jamaah memperbanyak ibadah salat wajib dan sunnah di Masjidil Haram karena memiliki pahala 100 ribu ketimbang salat di masjid biasa. Hindari hal-hal yang tidak dianjurkan Alquran dan Hadist yang dapat menjurus kepada kemusyikan.
Imbauan ini tidak hanya disampaikan kepada calon jamaah Indonesia, tapi juga disampaikan ke calon jamaah dari negara lain dengan diterjemahkan oleh penerjemah dari negara bersangkutan.
Farid Hamidi yang ditemui wartawan menjelaskan, banyak jamaah Indonesia yang melakukan perbuatan yang tidak dianjurkan dan bisa menjurus kepada kemusyrikan. Di antaranya adalah mendekat ke Kakbah kemudian mengusap-usapkan cincin ke kiswah Kakbah, dengan harapan cincin itu bisa menjadi jimat. Ada juga yang dengan sengaja memotong kiswah Kakbah untuk dibawa pulang.
Karenanya saat ini Kerajaan Arab Saudi sudah menaikkah kiswah Kakbah sedikit ke atas, agar calon jamaah haji yang kini memadati masjidil haram tidak memotong atau menyobek dengan sengaja kiswah Kakbah tersebut.
“Itu bisa menjurus kepada musyrik. Karena Kakbah tidak memiliki keistimewaah apa-apa. Melakukan kegiatan tersebut bisa ditangkap polisi Arab Saudi,” ungkapnya.
Ada lagi, perbuatan yang boleh dilakukan di Indonesia tapi dilarang di Arab Saudi. Misalnya, melakukan tahlil atau istigotsah di kuburan di kuburan Mala (Makkah) atau kuburan Baqi di Madinah. “Kalau sekedar doa tidak apa-apa, kalau istigostah jika ketahuan bisa ditangkap. Berdoa menghadap kuburan Nabi Muhammad di Masjid Nabawi saja dilarang, harus menghadap Kiblat. Hanya diperbolehkan mengucap salam,” katanya.
Karenanya di jaman Rasulullah hingga kini, kuburan di Arab Saudi tidak memiliki nama hanya gundukan tanah dan batu. Hal ini untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang tidak dianjurkan Nabi Muhammad SAW dan menjurus kepada kemusyrikan.
(ugo) | okeZone

0 komentar:

Poskan Komentar

top