JEDDAH: Seorang ilmuwan memprediksikan tidak akan terjadi bencana gempa bumi di Arab Saudi selama 100 tahun ke depan, insyaallah
“Aktivitas seismik di bawah Arab Saudi akan tetap normal dan jika ada gangguan yang terjadi selama 100 tahun ke depan, tidak akan menimbulkan bahaya apapun, besarnya gempa tidak akan melebihi 4,5 pada Skala Richter,” kata Ali Al-Shukri, kepala Departemen Ilmu Astronomi di King Fahd University untuk Minyak dan Mineral.
Gempa terakhir berkekuatan 4,5 Richter di Kerajaan Saudi Arabia berpusat di Pulau Farasan, Laut Merah, dengan kedalaman 181 kilometer di bawah permukaan laut pada tanggal 15 syawwal 1433H / 2 September 2012.
Gambar satelit menunjukkan lempengan tektonik Arab dan lempengan gempa Afrika telah bergerak saling menjauh. Hal itu menyebabkan lapisan kerak bumi terpisah dan melebar ke arah selatan Laut Merah.
Syukri menjelaskan gempa biasanya dirasakan oleh warga di sebelah barat dan barat daya Laut Merah, seperti Al-Ais dan daerah di dekatnya.
Ia mengatakan getaran gempa ringan jarang dirasakan warga Saudi. Getaran bisa dirasakan kebanyakan karena pengeboran minyak dan penghancuran gunung batu.
Dia memuji kemampuan stasiun pemantau gempa Kerajaan Saudi mampu mendeteksi getaran permenit bahkan 5.000 km jauhnya.
Saudi memiliki 50 stasiun pemantau gempa dan 150 pos di berbagai bagian Kerajaan yang memantau getaran ringan di Saudi dan wilayah sekitarnya.
Al-Shukri memperingatkan terhadap pihak-pihak yang memabangun gedung dengan menggunakan bahan termurah untuk konstruksi dengan kurang memperhatikan keselamatan. Dia mendesak mereka untuk mematuhi standar konstruksi yang tinggi sehingga bangunan mereka dapat menahan getaran dan menghindari keruntuhan atau menyebabkan kerusakan setidaknya ketika gempa terjadi.
Al-Shukri tidak menutup kemungkinan terjadinya gempa kuat di California disertai dengan tsunami besar di tahun-tahun mendatang.
(arabnews)

0 komentar:

Poskan Komentar

top