Saturday, 22 September 2012
JAKARTA– Kementerian Agama (Kemenag) meminta kepada jamaah haji untuk menjaga kesehatan fisik, terlebih dalam menghadapi perubahan cuaca di Arab Saudi.


Jamaah diminta tidak ragu mendatangi pusat kesehatan haji jika ada masalah dengan kesehatan, khususnya yang berisiko tinggi. ”Di sana perlu banyak makan buah dan perbanyak minum air putih karena udaranya berbeda dengan di Tanah Air,” kata Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali saat melepas jamaah haji kelompok terbang (kloter) I di Terminal III Bandara Internasional Soekarno- Hatta kemarin.

Menurut dia, panitia petugas ibadah haji (PPIH) di Arab Saudi telah menyiapkan fasilitas khusus berupa balai kesehatan untuk jamaah yang tergolong berisiko tinggi seperti pengidap diabetes, darah tinggi, dan jantung.Pelayanan kesehatan haji yang terdapat di Jeddah,Mekkah,dan Madinah tersebut beroperasi selama 24 jam. ”Menjaga kesehatan itu sangat penting.Jangan sampai enggan mengeluarkan uang untuk keperluan kesehatan hanya karena ingin membeli oleholeh,” ujarnya.

Selain itu, jamaah diminta menyesuaikan diri dengan kondisi darurat di Tanah Suci, khususnya pada puncak pelaksanaan ibadah haji.Kondisi darurat yang dimaksud adalah memahami keadaan yang berbeda dengan di Tanah Air seperti mengantre saat mandi dan makan. ”Saling desak masuk Masjidilharam dan terinjak jamaah haji dari negara lain bisa saja terjadi. Untuk menghadapi situasi darurat seperti itu caranya meningkatkan kesabaran,”jelasnya.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Anggito Abimanyu mengatakan, 70% pelaksanaan ibadah haji terdiri atas ibadah fisik.Untuk itu, dia menekankan agar jamaah menjaga kesehatan, terutama saat menjalankan wukuf di Arafah dan lempar jumrah di Mina. Mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan itu menjelaskan, pada musim haji tahun ini Kemenag memberangkatkan 196.412 jamaah dari 12 embarkasi. Seluruhnya terdiri atas 484 kloter dan diberangkatkan menggunakan Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines.

Sebanyak 112.683 jamaah di 10 embarkasi akan diangkut menggunakan pesawat Garuda Indonesia.Mereka tergabung dalam 296 kloter. ”Di antara 12 embarkasi yang ada, embarkasi Jakarta paling banyak menerbangkan jamaah haji, jumlahnya mencapai 22.151 orang,”ucapnya. Keberangkatan dijadwalkan berlangsung selama satu bulan. Pemberangkatanjamaahhajike Tanah Suci dilaksanakan pada 21 September-2 Oktober. Adapunpemulanganberlangsung31 Oktober–1 Desember.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, pihaknya telah meminta kepada maskapai haji untuk memberikan pelayanan yang maksimal, sebab sebagian besar jamaah sudah lanjut usia.Dia mengaku telah memberikan training khusus bagi pramugari yang bertugas dalam penerbangan haji. ”Secara khusus kami telah training pramugari yang bertugas agar sabar dalam melayani jamaah,”tuturnya. andi setiawan
http://www.seputar-indonesia.com

0 komentar:

Poskan Komentar

top