Sudahkah anda tilawah da tadabbur Al Qur'an hari ini ?

Humor Haji


kaji nek ngguyu aja seru seru !

Tayamum Saja
Pada acara manasik, para calon jamaah haji diberi gambaran situasi di masjidil Haram, antara lain padatnya jamaah di  sana plus jauhnya jarak antara Ka’bah dengan tempat wudhu.
Tukiran yang terkenal lugu itu bingung juga mengingat ia termasuk yang suka kentut.Mau bertanya malu dan takut. Akhirnya persoalan itu ditahan saja. Rupanya, ustaz pembimbing pintar membaca wajah Tukiran.
“Tampaknya ada yang ingin Pak Tukiran sampaikan. Silakan Pak, jangan dipendam sendiri. Mumpung masih di Tanah Air. Jangan sampai kesulitan di negeri orang,” pancing ustaz Arifin.
“Malu, Ustaz…?”
“Nggak usah malu. Ini untuk kebaikan Bapak sendiri.”
Sambil menahan malu, Tukiran angkat bicara juga.”Begini Ustaz. Saya ini kan suka buang angin. Tapi kecil – kecil kok. Boleh nggak tidak wudhu? Cukup tayamum gitu.”
Sambil tersenyum, Ustaz Arifin menjawab. “Kecil besar sama saja, Pak. Bapak harus wudhu. Bukankah Bapak mau menghadap Allah dan memperoleh pahala yang banyak?”
Tukiran manggut – manggut.

Tidak Mau Pakai
Seorang jamaah haji yang baru pertama kali naik pesawat diminta memakai sabuk pengaman. Namun Pak Badrun, jamaah tadi menolak. Alasannya ia sudah memakai sabuk sendiri.”Sudah pakai sabuk kok masih disuruh pakai lagi,” gerutu Pak Badrun.
Karena demi keselamatan penumpang, pramugari merayu. “Bukan begitu maksudnya, Pak. Khawatirnya kalau Bapak nanti kejedot ke kursi depan, pasti penumpang di depan Bapak akan terjungkal,” bujuk pramugari Paramitha.
“Oh, bilang dari tadi kalau begitu,” Pak Badrun tak mau kalah.

Penjual Obat Jenggot
Berziarah ke Jabal Tsur, tempat Rasulullah dan Abu Bakar bersembunyi karena kejaran kaum kafir Quraisy, Haji Abidin merasa heran. Banyak pedagang bertebaran di lerengnya. Bagi Haji Abidin, yang paling menarik adalah penjual obat penumbuh jenggot.
“Tuan menjual obat jenggot, tapi mengapa Tuan tidak memiliki rambut jenggot,” Haji Abidin mencoba menembak penjual obat.
Sejenak gelagapan ia, tapi buru – buru berkilah, “Haji, kalau ana jual burung, apakah ana harus bertelur juga? Subhanallah!”

 Kotak Amal
“Mengapa di Masjidil Haram tidak ada kotak amalnya ya?”
“Memangnya cukup 2 hari untuk menghitung hasilnya?”
“Tapi kan uangnya bakal ratusan juta tuh sekali edar.”
“Atau kamu mau mengedarkannya?”

Tutup Toko
“Mengapa toko – toko di Arab Saudi selalu ditutup pada saat shalat?”
“Kalau dibuka toh tidak ada yang beli. Wong semuanya pada shalat.”

 Gara – gara Warna Baju
Haji Saman terperanjat ketika menyadari bahwa istrinya sudah lepas dari gandengannya. Padahal saat thawaf jamaah berjubel dan arus manusia sangat kuat. Namun ia menjadi gembira ketika ingat bahwa dirinya janjian dengan istrinya. Haji Saman berpesan apabila terpisah. mereka akan bertemu di pintu Baabus Salam.Rupanya sudah sekian lama Haji Saman menunggu kehadiran istrinya, namun istrinya tidak kunjung muncul.
Ketika hampir putus asa menunggu, istrinya muncul dengan gugup dan berlinang airmata. “Saya…,saya…”
“Kenapa, Bu?”
“Saya tadi nggandeng orang Turki ternyata. Seragam kita sama yakni hijau tosca,” cetus istrinya terguguk.

( Sumber: images.hasanbisribfc.multiply.multiplycontent.com)





0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More