Untuk mendengarkan atau mendownload silahkan klik dibawah ini:

Ceramah · Abdullah Zaen · Tafsir Surat 112, Surat Al Ikhlas


TAFSIR SURAT AL-IKHLAS
(MEMURNIKAN KEESAAN ALLAH)
Makkiyyah. Surat Ke 112; 4 ayat.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Surat Ini):
Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Ubay bin Kaab Radhiallahu Anhu bahwa orang-orang musyrik berkata kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam: Wahai Muhammad sebutkanlah sifat-sifat Tuhanmu kepada kami. Lalu Allah menurunkan surat ini. (HR. Imam Ahmad, At-Tirmidzi dll)
Diantara Keutamaan Surat Al-Ikhlas:
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam bersabda: Demi Dzat Yang jiwaku ada ditanganNya, sesungguhnya dia (surat Al-Ikhlas) sebanding sepertiga Al-Quran. (HR. Bukhari dll).
Dikatakan sebanding dengan sepertiga Al-Quran karena kandungan Al-Quran ada tiga macam: Tauhid, kisah-kisah dan hukum-hukum. Dan dalam surat ini terkandung sifat-sifat Allah yang merupakan tauhid sehingga surat ini sebanding atau sama dengan sepertiga Al-Quran.
Dinamakan surat Al-Ikhlash karena didalamnya terkandung keikhlasan (tauhid) kepada Allah I dan dikarenakan membebaskan pembacanya dari syirik (menyekutukan Allah ).
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Tauhid Uluhiyyah dan Larangan Menyekutukan Allah Taala:
Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, (1)
Katakanlah -wahai Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam:Dia-lah Allah Yang Maha Esa dalam uluhiyyah (ketuhanan) Yang tiada satupun bersekutu denganNya di dalamnya.
Kita Butuh Allah Taala Sedangkan Allah Tidak Membutuhkan Kita:
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. (2)
Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma berkata: Ash-Shomad adalah yang bergantung kepadaNya semua makhluk untuk mendapatkan hajat-hajat dan permintaan-permintaan mereka.
Beliau berkata pula tentang makna Ash-Shomad : Dia adalah As-Sayyid (Maha Pemimpin) Yang Maha sempurna dalam kepemimpinanNya, Asy-Syariif (Maha Mulia) Yang Maha sempurna dalam kemuliaanNya, Al-Adhiim (Maha Agung) Yang Maha sempurna dalam keagunganNya, Al-Haliim (Maha Penyantun) Yang Maha sempurna dalam kesantunanNya, Al-Aliim (Maha Mengetahui) Yang Maha sempurna dalam pengetahuanNya dan Al-Hakiim (Maha Bijaksana) Yang Maha sempurna dalam kebijaksaanNya. Dialah Yang Maha Sempurna dalam kemuliaan dan kepemimpinan dan Dia adalah Allah, inilah sifatNya yang tidak sepatutnya kecuali untuk Dia. Tidak ada yang setara denganNya dan tidak ada pula sesuatu yang seperti Dia. Maha Suci Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan (musuh-musuhNya).
Allah Ta?ala Tidak Mempunyai Anak dan Tidak Pula Mempunyai Bapak-Ibu:
Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, (3)
Firman Allah: Dia tidak beranak adalah merupakan bantahan terhadap tiga kelompok yang menyimpang lagi tersesat, yaitu: Orang-orang musyrik, yahudi dan nasrani. Orang-orang musyrik mengatakan bahwa malaikat adalah puteri-puteri Allah, orang-orang yahudi mengatakan bahwa Uzair anak Allah dan orang-orang nasrani mengatakan bahwa Isa adalah anak Allah. Allah membantah dan mendustakan mereka dengan firmanNya: Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan. 
Allah adalah Al-Awwal, yang sudah ada sebelum adanya segala sesuatu bagaimana mungkin Dia menjadi anak !.
Allah Taala Tidak Beristeri dan Dia Maha Esa Dalam Segala-galanya:
Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. (4)

Dan tidak ada satupun yang setara dengan Dia dalam nama-nama dan sifat-sifatNya dan tidak pula dalam semua perbuatanNya, Dia Maha Berkah, Maha Suci lagi Maha Tinggi.
Mujahid rahimahullah berkata: Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia, yakni tidak ada isteri bagiNya. (Sumber: Hati Bening)

0 komentar:

Poskan Komentar

top