REPUBLIKA.CO.ID, Ka’bah adalah bangunan yang paling ingin dilihat dengan mata kepala sendiri oleh para Muslim ketika memiliki kesempatan untuk mengunjungi Tanah Suci.
Banyak Muslim yang merasa belum lengkap haji atau umrahnya bila belum menyentuh Ka’bah dengan tangan telanjangnyarutama ketika tawaf.
Kebiasaan tersebut justru membuat badan penanggung jawab dua masjid suci merasa khawatir dengan kondisi Kiswah. Kiswah adalah kain hitam dengan hiasan benang emas membentuk kaligrafi indah yang digunakan untuk menutup Ka’bah.

Menjelang puncak musim haji, pihak kerajaan menggulung kiswah hingga tiga meter di atas permukaan tanah. Dengan begitu, otoritas maasjid berharap dapat mencegah kerusakan kiswah.
“Sebagai gantinya, Ka’bah dilindungi dengan kain berwarna putih dengan tinggi dua meter dan lebar 47 meter,” ujar General Direktur Pabrik Penutup Ka’bah Mohammed bin Abdullah Bajouda, seperti dikutip Arab News.
Kiswah biasanya diganti setiap tahun pada tanggal 9 Dzulhijjah, hari ketika jamaah haji berjalan ke Bukit Arafah pada musim haji.

Biaya pembuatan kiswah saat ini mencapai 17 juta riyal Saudi. Kain ini memiliki luas 658 meter persegi dan terbuat dari sutera seberat 670 kilogram (kg). Jahitannya terdiri dari benang emas seberat 15 kg. Kain ini terdiri dari 47 bagian kain dan masing-masing kain memiliki panjang 14 meter dan lebar 101 meter.
Setiap tahun, kiswah lama diangkat, dipotong-potong menjadi beberapa bagian kecil dan dihadiahkan kepada beberapa orang, pejabat Muslim asing yang berkunjung dan organisasi asing.
Pada masa-masa sebelumnya, Umar bin Khattab memotong-motongnya dan membagi-bagikannya kepada para jamaah yang hendak menggunakannya sebagai pelindung dari panasnya suhu kota Makkah.

0 komentar:

Poskan Komentar

top