BOYOLALI (KRjogja.com) - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau kepada jemaah calon haji untuk mewaspadai berbagai kemungkinan tindak kejahatan selama menunaikan ibadah di Tanah Suci. Terutama jemaah yang membawa uang bekal banyak.

Data keamanan Panitia Penyelenggara Haji 2012 menyebutkan, tercatat sudah ada 292 kasus kejahatan dengan nilai kerugian materiil mencapai Rp 668 juta atau setara 283.569 Riyal. Kerugian itu baik uang 'living cost' maupun uang bekal lainnya.

“Hal tersebut merupakan potret besarnya angka kerugian yang dialami para jemaah haji yang diakibatkan adanya aksi kriminalitas baik penipuan, kelalaian, pencurian hingga perampokan. Kejadian itu adakalanya bisa terjadi di pemondokan, masjid atau tempat lainnya,” ujar Dirjend PHU Kemenag, Anggito Abimanyu, kepada wartawan disela kunjungannya di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Selasa (17/09/2013).

Anggito Abimanyu mengatakan, guna mencegah kejadian tersebut, Kemenag telah meluncurkan layanan produk perbankan untuk penyimpanan uang yang aman. Sehingga bisa dimanfaatkan jemaah selama di Tanah Suci.

“Layanan penyimpanan uang berbentuk anjungan tunai mandiri (ATM) ini merupakan salah satu cara untuk berjaga-jaga dari resiko uang hilang. Selain itu, dengan layanan tersebut keluarga jemaah yang ada di Tanah Air juga bisa mentransfer uang jika dibutuhkan,” ungkap Anggito.

Anggito menyebutkan, layanan penyimpanan uang berbentuk ATM tersebut dicetak secara gratis melalui empat bank, yakni Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, dan Bank Syariah Mandiri (BSM).

“Cuma butuh 5 hingga 10 menit untuk mendapatkan kartu ATM gratis tersebut. Konter Layanan Keuangan (KLK) juga sudah dibuka di seluruh embarkasi,” ungkapnya.(*-7) - http://kr.co.id

0 komentar:

Poskan Komentar

top