اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya kenikmatan-Mu dan berubahnya a’fiyah (kesejahtera’an) dari-Mu, dan aku berlindung dari kemurkaan-Mu yang datang dengan tiba-tiba dan seluruh kemarahan-Mu. (HR. Muslim)
Imam As-Syaukani رحمه الله mengatakan, “Rasulullah صلى الله عليه وسلم berlindung dari hilangnya nikmat Allah عزّوجلّ. Karena itu hanya akan terjadi bila tidak mensyukuri nikmat dan tidak menjalankan apa yang menjadi hak dan tuntutan nikmat tersebut. Seperti bakhil terhadap apa yang menjadi konsekuensi nikmat pada pemiliknya yaitu melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya seperti kewajiban bersyukur, memberikan bantuan dan mengeluarkan apa yang wajib dikeluarkan.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga berlindung dari perubahan ‘afiyah (kesejahteraan) yang dikaruniakan Allah عزّوجلّ kepada beliau صلى الله عليه وسلم . Karena apabila Allah عزّوجلّ telah menganugerahkan ‘afiyah (kesejahteraan) kepada beliau صلى الله عليه وسلم , berarti beliau صلى الله عليه وسلم telah meraih kebaikan dunia dan akhirat. Sebaliknya, jika “afiyah ini berubah (hilang), maka keburukan dunia dan akherat mesti tak terelakkan. Jadi, ‘afiyah adalah kunci kebaikan dunia dan akherat.
Dalam doa ini Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga berlindung dari murka Allah عزّوجلّ yang datang tiba-tiba dan juga berlindung dari segala jenis murka Allah عزّوجلّ. Karena apabila Allah عزّوجلّ murka pada seorang hamba, maka pasti dia akan rugi selamanya dan akan binasa. Oleh karena itu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم menegaskan bahwa beliau صلى الله عليه وسلم berlindung dari semua murka.[]
Diangkat dari Fiqhul Ad’iyah wal Adzkar, Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Badr, 4/204

Disalin dari Majalah as-Sunnah No.08/Thn.XIV_1432H/2010M-http://doandzikir.wordpress.com

0 komentar:

Poskan Komentar

top