Makkah Maghrib
(Surahs Feel and Quraysh) Sheikh Ghazzawi


Download Audio


haramain.info


AL-FIIL
(Gajah)
MUQADDIMAH
Surat ini terdiri atas 5 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Kaafiruun. Nama “Al-Fiil” diambil dari kata “Al-Fiil” yang terdapat pada ayat pertama surat ini, artinya “gajah”. Surat Al-Fiil mengemukakan cerita pasukan bergajah dari Yaman yang dipimpin oleh Abrahah yang ingin meruntuhkan Ka’bah di Makkah, Peristiwa ini terjadi pada tahun Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan.
Pokok-pokok isinya:
Cerita tentang pasukan bergajah yang diazab oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan mengirimkan sejenis burung yang menyerang mereka sampai binasa.
سورة الفيل
(GAJAH) 
Surat ke 105 : 5 ayat
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
AZAB ALLAH KEPADA TENTARA BERGAJAH YANG AKAN MENGHANCURKAN KA’BAH.
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ
1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?[1]
أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ
2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?,
وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ
3. Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung Ababil yang berbondong-bondong,
تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ
4. yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,
فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ
5. lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).
PENUTUP
Surat Al-Fiil ini menjelaskan tentang kegagalan pasukan bergajah yang dipimpin oleh Abrahah, karena Ka’bah dipelihara oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
HUBUNGAN SURAT AL-FIIL DENGAN SURAT QURAISY:
Dalam surat Al Fiil, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan kehancuran pasukan bergajah yang hendak merobohkan Ka’bah, sedang dalam surat Quraisy Allah memerintahkan kepada penduduk Makkah untuk menyembah Allah pemilik Ka’bah itu.

(1) Yang dimaksud dengan tentara bergajah ialah tentara yang dipimpin oleh Abrahah Gubernur Yaman yang hendak menghancurkan Ka’bah. Sebelum masuk ke kota Makkah, tentara tersebut diserang burung-burung Ababil yang melemparinya dengan batu-batu (berasal) dari tanah yang terbakar sehingga mereka musnah.

QURAISY
(Suku Quraisy)
MUQADDIMAH
Surat ini terdiri atas 4 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat At-Tiin. Nama “Quraisy” diambil dari kata “Quraisy” yang terdapat pada ayat pertama artinya suku Quraisy. Suku Quraisy adalah suku yang mendapat kehormatan untuk memelihara Ka’bah.
Pokok-pokok isinya:
Peringatan kepada orang Quraisy tentang ni’mat-ni’mat yang diberikan Allah kepada mereka karena itu mereka diperintahkan untuk menyembah Allah.
سورة قريش
(SUKU QURAISY) 
Surat ke 106 : 4 ayat
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
KEMAKMURAN DAN KETENTERAMAN SEHARUSNYA MENJADIKAN ORANG BERBAKTI KEPADA ALLAH.
لِإِيلاَفِ قُرَيْشٍ
1. Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,
إِيلاَفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ
2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas[1].
فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ
3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah).
الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ
4. Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.
.
PENUTUP
Surat Quraisy menerangkan penghidupan orang Quraisy serta kewajiban yang seharusnya mereka penuhi.
HUBUNGAN SURAT QURAISY DENGAN SURAT AL-MAA’UUN:
1.      Dalam surat Quraisy, Allah menyatakan, bahwa Dia membebaskan manusia dari kelaparan, maka dalam surat Al-Maa’uun Allah mencela orang yang tidak menganjurkan dan tidak memberi makan orang miskin.
2.      Dalam surat Quraisy Allah memerintahkan menyembah-Nya maka dalam surat Al-Maa’uun Allah mencela orang yang shalat dengan lalai dan riya.

(1) Orang Quraisy biasa mengadakan perjalanan terutama untuk berdagang ke negeri Syam pada musim panas dan ke negeri Yaman pada musim dingin. Dalam perjalanan itu mereka mendapat jaminan keamanan dari penguasa-penguasa dari negeri-negeri yang dilaluinya. Ini adalah suatu ni’mat yang amat besar dari Tuhan kepada mereka. Oleh karena itu sewajarnyalah mereka menyembah Allah yang telah memberikan ni’mat itu kepada mereka.

0 komentar:

Poskan Komentar

top