Rukyatul Hilal Indonesia (RHI) adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang memfokuskan diri dalam pengkajian, pengembangan dan sosialisasi ilmu falak di Indonesia. Lembaga ini menghimpun para pemerhati dan ahli hisab rukyat  dari seluruh wilayah Indonesia. Anggotanya saling berkomunikasi, berinteraksi, belajar dan saling menyampaikan infomasi berkenaan dengan ilmu hisab-rukyat atau yang lebih terkenal dengan sebutan Ilmu Falak. Lewat jalinan komunitas  ini diharapkan dapat tercapai cita-cita Lahirnya Sistem Tunggal Penanggalan Islam di Indonesia.
Tujuan lain dari komunitas ini adalah melakukan kajian, pengembangan dan sosiaisasi ilmu falak kepada masyarakat yang berkenaan dengan  kegiatan ibadah umat Islam sepertipenentuan awal bulan Hijriyah, penentuan awal waktu sholat, pengukuran arah kiblat dan pengiraan waktugerhana. Ilmu yang selanjutnya juga dikenal dengan istilah Falak Syar'i atau Hisab Rukyat ini masih merupakan ilmu yang kurang diminati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim.  Hal ini dikarenakan metode pembelajaran ilmu falak masih cenderung tradisional dan stagnan tidak mengikuti perkembangan sains dan teknologi. RHI sebagai lembaga pengkajian dan pengembangan berusaha melakukan perubahan terhadap pola pembelajaran ilmu falak ini dengan menerapkan model pembelajaran multi media dan multi metoda. Dengan demikian belajar ilmu falak bukan lagi merupakan sesuatu yang sulit tapi menyenangkan.
SEJARAH RHI
Didirikan pada 1 Muharram 1427 H atau bertepatan dengan 31 Januari 2006 di Yogyakarta. Berawal dari keprihatinan terdahap perbedaan penetapan hari raya Idul Fitri yang terjadi waktu itu, pembentukan RHI dimulai. Dipelopori oleh Mutoha Arkanuddin ketua perkumpulan astronom amatir Jogja Astro Club (JAC)  yang berdomisili di  Yogyakarta, RHI awalnya merupakan kelompok diskusi online (mailing list) yang membahaspermasalahan seputar hisab-rukyat yang beralamat di Milis RHIWaktu itu masalah yang paling mendapat sorotan adalah kenapa hari raya bisa berbeda. Kelompok diskusi online ini semakin berkembang hinggamemiliki lebih 300 anggota yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Sejalan dengan kemajuannya milis ini akhirnya berkembang menjadi komunitas darat yang sering berkumpul untuk berdiskusi dan melakukan kegiatan observasi lapangan baik berupa pengamatan hilal atau rukyatul hilal yang dilakukan hampir setiap menjelang  bulan baru hijriyah. Hingga akhirnya terwujudlah jaringan rukyat dari seluruh kawasan Indonesia yang diwakili oleh koordinator RHI di wilayah masing-masing. Jaringan rukyat ini diharapkan nantinya dapat membangun dabase hasil rukyat selama kurun waktu tertentu sehingga nantinya dapat menjadi dasar penentuan kriteria awal bulan Hijriyah di Indonesia.
Pada usianya yang ke-3 tepatnya tanggal 13 Desember 2008, RHI secara resmi terdaftar dan menjadi lembaga yang diberi nama Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ilmu Falak (LP2IF) Rukyatul Hilal Indonesia (RHI). Hal ini berdasarkan Akta Notaris yang dikeluarkan oleh Notaris Nurhadi Darussalam, S.H., M.Hum. dengan terbitnya Surat Akta Nomor: 02/Tanggal 13 Desember 2008.
BADAN PENDIRI RHI
Anggota Badan Pendiri RHI berdasarkan Akta Notaris dan secara resmi menjadi saksi berubahnya RHI menjadi sebuah lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ilmu Falak (LP2IF) adalah :
1.  Mutoha Arkanuddin
2.  H. Sofwan Jannah, M..Ag.
Dengan Pengurus Inti :
1.  Direktur : Mutoha Arkanuddin
2.  Sekretaris : H. Sofwan Jannah, M.Ag. (Dosen FIAI Universitas Islam Indonesia)
3.  Bendahara : H. Syaban Nuroni, M.A. (BHR Kantor Kementerian Agama DIY)


ANGGOTA TIM PEMBINA RHI
Mengingat besar dan luasnya medan jangkauan kegiatan Rukyatul Hilal Indonesia (RHI) maka diperlukan pakar-pakar yang sesuai dengan bidangnya dan siap membantu mengembangkan RHI menjadi komunitas yang besar dan beranggotakan personil-personil dan relawan yang siap membantu secara  ikhlas demi tercapainyavisi dan misi RHI. Berikut ini daftar Anggota Tim Pembina Rukyatul Hilal Indonesia (RHI):
1.  DR. T.  Djamaluddin  -  Lembaga Penerbangan  dan Antariksa Nasional  (LAPAN) Bandung
2.  Drs. Oman Fathurahman, MAg.    -    Majlis Tarjih dan Tajdid  PP. Muhammadiyah
3.  DR. Moedji Raharto   -   Observatorium Bosscha  Lembang  Bandung
4.  Drs. Muhyidin Khazin, MAg.  -  Badan Hisab Rukyat (BHR) Pusat Jakarta
5.  Drs. Slamet, MT  -  Kepala Lab. Astronomi UNY
6.  Ir. Djawahir Fahrurrazi, MT - Dosen FT. Geodesi UGM Yogyakarta
Sampai saat ini usaha rekruitmen  para pakar baik sebagai Tim Pembina maupun Pengurus Komunitas serta anggota komunitas  masih terus dilakukan baik secara langsung maupun melalui berbagai media. - http://rukyatulhilal.org/profile/index.html

1 komentar:

Bakri syam mengatakan...

pengamatan hilal itu khusus untuk puasa ramadan, untuk bulan yang lainnya dalam kalender hijriah cukup dilakukan hisab saja. tetapi titik nol perjalanan bulan mengelilingi bumi menurut ilmu agama bukan pada cunjungsi.demi jelasnya baca rotasi bulan.blogspot.com.bakrisyam

Poskan Komentar

top