Tidaklah heran jika seorang hamba ketika ingin menginginkan sesuatu maka mereka berdo’a kepada Allah azza wa jalla, mereka pun selalu berdoa kepada Allah sebagai wujud ketauhidan mereka yang lurus, Allah berfirman,
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan kepada hanya Engkaulah kami meminta pertolongan”. (QS. al-Fatihah: 5)
Namun yang terkadang menggelisahkan jiwa ini adalah ketika kita selalu berdoa, namun doa itu tak kunjung terkabul dan telah lelah rasanya lisan ini menyeru kepada Allah dengan doa-doa kita. Padahal Allah Maha Mendengar dan Allah Maha Pemberi rezeki, lalu mengapa doa tersebut tidak kunjung menghampiri?
Wahai jiwa-jiwa yang gelisah, doa mu yang tak kunjung terkabul merupakan salah satu cobaan yang membutuhkan kesabaran, dan janganlah engkau memendam kekhawatiran selama menunggu terkabulnya doa. Namun nampaknya engkau masih akan sulit untuk melakukannya, baiklah…berikut ini adalah hiburan bagi engkau yang masih dirundung kegalauan menunggu terkabulnya doa.*)
Pertama, Allah adalah Maharaja yang memiliki kekuasaan dan wewenang untuk memberi ataupun tak memberi. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk menentang kuasa-Nya.
Kedua, hikmah-hikmah Nya telah tergambar dengan jelas lewat dalil-dalil yang absah. Mungkin engkau menilai sesuatu baik untukmu, namun sebenarnya di balik itu ada hikmah yang tidak engkau ketahui. Cobalah lihat seorang dokter yang memberikan resep yang tidak engkau ketahui hikmahnya, karena secara lahiriah obat adalah pahit. Hal itu bisa engkau bandingkan dengan hikmah Allah.
Ketiga, bisa saja pengabulan doa ditunda demi suatu maslahat, sementara jika doa segera dikabulkan akan menimbulkan bahaya.
Keempat, bisa saja doamu tertolak, karena aib yang engkau simpan dalam dirimu. Mungkin saja dalam makananmu ada sesuatu yang syubhat atau hatimu lalai saat berdoa. Mungkin saja karena engkau tidak sungguh-sungguh bertaubat kepada Allah, karena tidak bersegera meninggalkan perbuatan dosa. Itulah siksaan yang engkau alami. Hendaknya engkau melihat dimana kekuranganmu.
Kelima, yang harus engkau lakukan dalam persoalan ini adalah berusaha memandang segala sesuatu dengan jernih. Barangkali, dengan tercapainya apa yang engkau inginkan akan bertambah dosa-dosamu. Atau, bisa jadi hal itu akan mengurangi derajat amalmu dalam kebaikan, maka tidak langsung dikabulkan doa-doamu saat itu akan berakibat baik bagimu.
Keenam, mungkin saja apa yang tidak engkau capai itu merupakan rahmat agar engkau tetap dekat dengan pintu-Nya. Di sisi lain, keberhasilanmu dikhawatirkan akan menjauhkanmu dari pintu harapan kepada-Nya, dengan dalil bahwa andaikata engkau tak tertimpa suatu musibah, mungkin engkau tidak terlalu dekat dengan-Nya.
wa billahit taufiq
*) poin-poin ini dinukil dari kitab shaidul khatir, oleh Imam Ibnul Jauziy

0 komentar:

Poskan Komentar

top