Rabbmu yang SETIAP MALAM turun kelangit dunia… TIDAK PERNAH engkau sambut dengan peribadatan: ruku’, sujud, memohon dan beristighfar… tapi SEKALI tim kesayanganmu bertanding. maka engkau BERUSAHA BANGUN… terlebih lagi kalau itu adalah ‘pertandingan besar’… maka usaha untuk bangun LEBIH GIGIH LAGI…
Apakah ‘pertandingan yang besar’ LEBIH AGUNG daripada turunnya Allaah kelangit dunia?!
Alangkah aneh KLAIM “aku mencintai Allaah” itu…

Allaah SETIAP MALAM (pada sepertiga terakhir-nya) turun kelangit dunia… yang mana dia akan mengabulkan doa orang yang menyeru kepadaNya, memberikan permintaan yang dimintakan kepadaNya, serta mengampuni orang yang beristighfar kepadaNya… Dan ini terjadi SETIAP MALAM…
Lantas ada sekelompok kaum… yang mengaku mencintaiNya… tapi TIDAK PERNAH sekalipun mendekatkan dirinya kepadaNya pada waktu Dia turun kelangit dunia…
Anehnya… ketika ‘tim favoritnya’ berlaga… pada waktu-waktu tersebut… dua pekan sekali… satu pekan sekali… maka BERSEMANGAT untuk BANGUN MALAM…
Oh… ada apa ini?! Keanehan apalagi ini?!
Apakah klub kesayanganmu itu lebih mulia daripada Råbb Yang Menciptakanmu Yang Maha Mulia yang turun* ke langit dunia diwaktu yang sama?
Rabbmu yang SETIAP MALAM turun kelangit dunia… TIDAK PERNAH engkau sambut dengan peribadatan: ruku’, sujud, memohon dan beristighfar… tapi SEKALI tim kesayanganmu bertanding. maka engkau BERUSAHA BANGUN… terlebih lagi kalau itu adalah ‘pertandingan besar’… maka usaha untuk bangun LEBIH GIGIH LAGI…
Apakah ‘pertandingan yang besar’ LEBIH AGUNG daripada turunnya Allaah kelangit dunia?!
Jika Allaah berfirman:
يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ . قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا . نِّصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا . أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
Wahai orang yang berselimut! bangunlah di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. DAN BACALAH Al Qur-aan itu dengan perlahan-lahan (dalam shalat malam-mu)
(al Muzammil: 1-4)
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
Dan pada sebahagian malam hari… maka ber-tahajjud*-lah kamu (dengan menunaikan shalat malam) sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji…
(al Israa: 79)
* SECARA BAHASA, “tahajjud” adalah AKTIFITAS BERGADANG SETELAH TIDUR… Maka tentu perintah ‘tahajjud’ yang dimaksudkan dalam ayat diatas adalah shalat malam…
Akan tetapi yang ‘mereka’ amalkan dan dakwahkan adalah :
“Wahai orang yang berselimut! bangunlah di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu… DAN TONTONLAH BOLA, dengan penuh semangat dan kekhusyu’an untuk MENDUKUNG TIM KESAYANGAN kita… ”
“Dan pada sebagian malam hari… maka ber-tahajjud-lah kamu… Yaitu NONTON BOLA… sebagai suatu PEMUASAN TERHADAP HAWA NAFSUKU… mudah-mudahan tim-ku memenangi pertandingan…”
Apakah “nonton bola” sekarang disikapi dengan “sunnah mu-akkadah” sebagai pengganti shalat malam ?!
Alangkah kontradiksinya!!! Alangkah anehnya KLAIM “aku mencintai Allaah” itu…
Sungguh Allaah berfirman:
مَّا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِّن قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ
Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya!
(al Ahzaab: 4)
Berkata Imaam asy Syaafi’iy:
من ادعى أنه جمع بين حب الدنيا وحب خالقها في قلبه فقد كذب
Barangsiapa mengaku dapat menggabungkan dua cinta dalam hatinya, cinta dunia sekaligus cinta Allaah, maka dia telah BERDUSTA.
تعصي الاله وأنت تظهر حبه | هذا محال في القياس بديع
Kau bermaksiat lalu mengaku mencintai-Nya? ini sungguh mustahil terjadi
لو كان حبك صادقا لأطعته | ان المحب لمن يحب مطيع
Andaikan cintamu itu sejati kau pasti menaati-Nya! Sesungguhnya seorang pencinta akan taat kepada yang dicintainya!
Semoga dapat menyadarkan kita semua… terutama yang berkoar-koar ‘meniti jalan salafush shalih’…
Semoga bermanfaat - http://abuzuhriy.com/

0 komentar:

Poskan Komentar

top