مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُوْرَ، ثُمَّ يَقُوْمُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللهَ إِلاَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ
“Tidaklah setiap hamba yang melakukan perbuatan dosa, kemudian dia bersuci, lalu bangun untuk shalat dua raka’at, kemudian dia beristighfar, kecuali Allah mengampuni dosanya.”[1]
Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu Anhu.
Ungkapan مَا مِنْ عَبْدٍ ‘tidaklah setiap hamba‘, baik dia laki-laki atau perempuan.
Ungkapan يُذْنِبُ ذَنْبًا ‘melakukan perbuatan dosa‘, dengan kata lain, dosa apa pun juga.
Ungkapan فَيُحْسِنُ الطُّهُوْرَ ‘kemudian dia bersuci‘, dengan kata lain, wudhu atau mandi.
Ungkapan ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللهَ ‘kemudian dia beristighfar’, dengan kata lain, karena dosa yang telah dia lakukan itu. Yang dimaksud dengan istighfar adalah taubat: penyesalan, rasa kapok, dan keinginan kuat untuk tidak kembali melakukannya untuk selama-lamanya. Dan harus memenuhi hak-hak, jika ada.
Disebutkan di bagian akhir hadits ini,
ثُمَّ قَرَأَ صلى الله عليه وسلم أَوْ أَبُوبَكْرٍ رضي الله عنه قَوْلَهُ تَعَالَى: وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ . أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ
“Kemudian beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam atau Abu Bakar Radhiyallahu Anhu membaca firman Allah Ta’ala, Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerja-kan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.’” (QS. Ali Imran: 135-136).[]
Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 365-366.

[1] Abu Dawud, (2/86). no. 1521; At-Tirmidzi. (2/257), no. 406 dan 3007; dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud (1/283).- http://doandzikir.wordpress.com

0 komentar:

Poskan Komentar

top