Muhammad bin Isma’il al-Bukhari mengatakan di dalam kitab Shahihnya:
حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.
al-Humaidi Abdullah bin az-Zubair menuturkan kepada kami. Dia berkata: Sufyan menuturkan kepada kami. Dia berkata: Yahya bin Sa’id al-Anshari menuturkan kepada kami. Dia berkata: Muhammad bin Ibrahim at-Taimi mengabarkan kepadaku bahwa dia pernah mendengar Alqamah bin Waqqash al-Laitsi mengatakan: Aku mendengar Umar bin al-Khatthab radhiyallahu’anhu berceramah di atas mimbar. Dia mengatakan: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seluruh amal itu pasti disertai niat, dan setiap orang akan mendapatkan sebagaimana apa yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrahnya adalah karena dunia yang ingin dia raih atau perempuan yang ingin dinikahinya maka hijrahnya hanya akan mendapat sebagaimana yang dia niatkan.”
Sebagian pelajaran yang bisa dipetik dari hadits ini adalah:
  1. Disyariatkannya menggunakan mimbar ketika berkhutbah
  2. Seorang yang memberikan ceramah agama hendaknya (baca: wajib) menyandarkan dakwahnya kepada wahyu, yaitu al-Kitab dan as-Sunnah
  3. Setiap amal yang dilakukan oleh manusia dalam keadaan sadar dan tidak terpaksa pastilah disertai dengan niat/keinginan
  4. Baik buruknya amal turut ditentukan oleh baik tidak niatnya
  5. Baik buruknya balasan amal turut ditentukan oleh baik tidaknya niat
  6. Hijrah adalah salah satu amalan yang utama
  7. Amalan yang utama bisa menjadi rendah nilainya gara-gara niat yang menyimpang
  8. Amal dinisbatkan kepada manusia. Hal ini menunjukkan bahwa manusia tidak dipaksa oleh Allah. Ini merupakan bantahan bagi kaum Jabriyah yang menganggap bahwa manusia itu dipaksa dan tidak memiliki pilihan
  9. Dunia dan segala isinya tidak pantas dijadikan sebagai tujuan utama dan cita-cita hidup seorang manusia, namun hendaknya dia mengharapkan balasan dan pahala dari sisi Allah serta menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya
  10. Dahsyatnya godaan perempuan kepada kaum lelaki, sampai-sampai penyebutannya disendirikan dari penyebutan dunia padahal perempuan juga termasuk bagian dari dunia
  11. Mengharapkan pahala dari Allah tidaklah mengurangi keikhlasan
  12. Amalan yang secara lahiriyah tampak sebagai amal salih namun secara batin bisa saja dia merupakan kemaksiatan gara-gara niat yang tidak lurus
  13. Hadits ini menunjukkan keutamaan Umar bin al-Khatthab radhiyallahu’anhu
  14. Pentingnya memperhatikan amalan hati
  15. Keburukan hendaknya disembunyikan, tidak malah ditampakkan
  16. Tidak perlu melafazkan niat, karena tempat niat adalah di dalam hati sebagaimana ditegaskan oleh an-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin
  17. Dalam mengajar hendaknya menggabungkan antara penjelasan secara global dengan penjelasan yang rinci atau berupa contoh, sehingga akan memperjelas maksud bagi pendengar-http://abumushlih.com

0 komentar:

Poskan Komentar

top