Upacara penggantian Kiswah ini dilakukan pada tanggal 1 Dzulhijjah 1433 H. Dimana dalam rekaman video dibawah ini, Kiswah yang baru diserahkan kepada Kepala Keluarga Sheikh Saibi (Penjaga Ka’bah) oleh Sheikh Sudais (Pimpinan Haramain).



Ka'bah berdiri gagah, berselimbutkan kain berwarna hitam. bagian atas sampai hampir ke tengahnya dihiasi tulisan berwarna kuning emas, kutipan ayat-ayat Al-Quran. Kiswah, itulah nama kain pembungkus Ka'bah itu, terbuat dari sutra pilihan dan bersulam benang emas murni. Ukuran kiswah adalah 14 meter tinggi, 47 meter panjang dengan berat sekitar 650 kilogram.
Yang pertama kali memberikan kiswah untuk Ka'bah adalah Raja Asad Tubba dari Yaman Selatan. Kiswah pada saat itu dibuat dari kain brukat sutra berkualitas sangat baik. Setiap tahun, pada saat kiswah diganti, kaum Quraisyi yang ketika itu menguasa Mekah, mengadakan upacara yang juga diikuti semua kaum atau suku yang berkaitan dengan kepentingan Ka'bah.
Kemudian Nabi Muhammad SAW tercatat sebagai yang pertama menggunakan kiswah dari kain sutra yang dihiasi dengan ayat-ayat suci Al-Quran. Hal ini diikuti pula oleh Khalifah Abu Bakar, Umar, Ibnu al-Zubair dan Abdul Malik. Tulisan itu membentuk angka V (angka tujuh dalam tulisan Arab). Salah satu kalimat yang ditulis di kiswah Ka`bah adalah, "Allah Jalla Jalalah, La Ilaha Illaallah, Muhammad Rasulullah".
Terutama pada musim haji, bagian kain kiswah yang berada di bawah disingkap dengan tali ke atas, sehingga tidak dapat dijangkau oleh jamaah. Setiap kiswah diganti dengan yang baru, kiswah lama harus dibakar, karena khawatir disalahgunakan oleh mereka yang memanfaatkannya untuk keperluan yang bersifat syirik, misalnya memperlakukannya sebagai benda keramat atau azimat yang mempunyai kekuatan atau kesaktian.
Kiswah ini diganti setiap tahun sekali pada waktu upacara haji. Pada saat pergantian, Kiswah dipasang lapisan dan disambung dengan kain putih untuk menjadi tanda bahwa Ka’bah dalam keadaan Ihram. Pada tanggal 10 Zulhijah, ketika Mekah kosong karena jamaah haji masih berada di Mina, kiswah dan penutup maqam Ibrahim diganti dengan yang baru.
Sebelum dibuat sendiri di Mekah, kiswah biasanya dibuat di Mesir dan India dan diberikan kepada pemerintah Saudi sebagai hadiah. Kiswah terdiri dari lima bagian, empat bagian untuk menutupi empat sisi Ka`bah dan satu bagian lagi untuk menutup bagian pintu Ka`bah.
Di balik kiswah hitam, ada kain berwarna putih yang disebut Bithana Kiswah. Kain itu untuk meresap uap dari dinding Ka`bah dan menghalangi panas yang diserap dari kain kiswah yang hitam. Kain ini mengandung daya serap untuk menghindarkan panas yang berlebihan dan mencegah dinding Ka`bah retak. http://haji.pikiran-rakyat.com

0 komentar:

Poskan Komentar

top