SEMUA manusia tidak bisa menduga ketika panggilannya telah tiba. Kata-kata ini sempat diucapkan oleh Alias Hutabarat ketika ia dan istrinya, Itis Binti Minan akan berangkat ke tanah suci, Makkah. Tidak pernah ada yang menduga bahwa langkah segera membawa ia dan istrinya kesana.
"Mau berangkat haji ini kami tidak pernah menyangka. Biaya haji yang cukup mahal membuat kami awalnya sangat pesimis. Akan tetapi siapa yang menyangka karena Allah memberikan rejeki yang berkah kepada kami," ucap Alias saat diwawancarai Analisa, Jumat (28/9).

Seharinya, Alias bekerja sebagai Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Medan. Barang-barang yang didagangkannya juga tidak banyak, hanya sebatas menjual kaset DVD yang berharga Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Begitu juga dengan istrinya, Itis. Seharinya Itis juga berprofesi sebagai PKL di Kota Medan. Bedanya dengan Alias, Itis menjual segala jenis kain.

"Kalau dipikir-pikir profesi kami hanya pedagang. Tapi berkat rejeki yang berkah dan uang tabungan yang kami miliki, kami bisa berangkat ke rumah Allah," ucapnya.

Sepuluh tahun

Selama sepuluh tahun keduanya tidak pernah bosan menelusuri setiap titik kota Medan. Panas matahari, mengangkat barang-barang yang berat serta menelusuri setiap pasar sudah menjadi tantangan mereka setiap harinya.

"Karena jualannya harus ditempat yang ramai, jadi suasana seperti itu sudah terbiasa," ucapnya. Keuntungan yang didapat dari jualannya juga tidak cukup banyak. Sehari mereka bisa mengumpulkan uang Rp. 20.000. Pertahunnya mereka dapat mencicil tabungan puluhan juta yang digunakan sebagai dana berangkat haji. "Jadi hasil keuntungan keduannya dicicil. Setahun harus masuk Rp 5.000.000 untuk biaya haji ini," ucapnya.

Lewat berdagang sepasang suami istri ini bukan hanya bisa berangkat ke tanah suci, melainkan juga bisa membesarkan ke-empat anak-anaknya. Saat ini anak pertamanya yang bernama Edi bisa duduk di Universitaa Syiah Kuala Banda Aceh. Sementara anak kedua dan ketiga masih menimbah ilmu dibangku SMA dan SMP.

"Kalau yang kecil umurnya masih sepuluh bulan, jadi dia yang agak berat ditinggalkan. Tapi apapun itu, kami serahkan semuanya kepada Allah SWT," ucap Atis.

Saat ini sepasang suami istri ini tinggal di Jalan Menteng Kota Medan. Keduannya mempunyai harapan agar bisa melaksanakan rukun haji secara baik dan menjadi haji yang mabrur. "Karena berangkat haji ini memang mimpi kami berdoa, maka harapan kami agar dua-duanya pula menjadi haji dan haja yang mabrur," harapnya.
Oleh: Nirwansyah Sukartara-http://www.analisadaily.com

0 komentar:

Poskan Komentar

top