Madinah Puluhan petugas sektor melakukan sweeping terhadap ribuan jamaah Indonesia yang akan miqat di Masjid Bir Ali Dzul Hulaifah. Mereka ingin memastikan para calon jamaah haji Indonesia dalam mengenakan pakaian ihram sudah benar dan sempurna.

Sebelum masuk tempat wudu, sudah ada dua orang petugas sektor yang berjaga di pintu masuk baik untuk pria maupun perempuan. Demikian pula di pintu keluar tempat wudu dan toilet juga dijaga sekitar 4 petugas.

"Pakaian dalamnya sudah dilepas semua, Pak? Sudah berwudu atau belum, Pak?" tanya salah satu petugas sektor, Andi Sarwoko saat mengawasi dan memeriksa jamaah di Masjid Bir Ali, Selasa (9/10/2012).

Andi tidak ragu-ragu membetulkan kain ihram jamaah. Bila ada yang mengenakan kain ihram terselempang dengan salah bahu terbuka, Andi langsung membetulkan. Dia kemudian mengajari cara mengenakan yakni kedua bahu tertutup kain ihram. 

Beberapa orang jamaah yang ragu dengan cara mengenakan pakaian ihram rela menunggu Andi. Pakaian ihram yang menutup aurat juga diminta dibetulkan agar tidak menganggu atau terlepas saat berjalan.

"Kalau bahu kanan terbuka nanti kalau sudah masuk Masjid Haram di Mekkah cukup tertutup semua, biar tidak masuk angin. Yang bawah juga sudah diikat dengan sabuk yang erat," kata Andi dengan sopan.

Setelah jamaah mengambil air wudu, Andi kemudian menunjukkan tempat salat 2 rakaat di dalam masjid khususnya bagi jamaah pria. Sebab pintu masuk jamaah pria dan perempuan berbeda-beda.

"Salat sunatnya 2 rakaat, setelah itu baca niat umrah," katanya.

Andi mengungkapnya calon jamaah haji Indonesia yang niat umrah dari Madinah menuju Mekkah paling banyak pagi hari hingga sebelum salat dhuhur. Lebih kurang 50-80 bus datang di pagi hari. 

Menurutnya, jamaah datang bersamaan dari Madinah, petugas yang berada di dua tempat parkir bus langsung mengarahkan jamaah baik laki-laki dan perempuan untuk mengambil air wudu atau ke toilet sebelum masuk masjid untuk salat sunat. 

"Bila datangnya bersamaan memang sedikit kerepotan tapi itu sudah hal biasa. Kita tinggal mengarahkan dan mengecek ulang, sebelum masuk masjid salat sunat dan niat ihram, agar pakaian dalamnya sudah dilepas semua dan tinggal dua lembar kaim ihram saja," katanya.

Dia juga meminta ketua rombongan masing-masing jamaah untuk memantau anggotanya agar tidak salah masuk ke dalam bis atau tertinggal rombongan. Sebab hampir semua jamaah dari berbagai negara mengambil miqat di Bir Ali.
http://news.detik.com

0 komentar:

Poskan Komentar

top