ARAFAH (KRjogja.com) - Secara bertahap, sejak Selasa (23/10) malam sampai Rabu (24/10) malam atau sampai Kamis (26/10) pagi jamaah DIY meninggalkan pemondokannya masing-masing. Diharuskan, pada Kamis (25/10) siang mereka harus di Arafah untuk melaksanakan wukuf yang merupakan inti ibadah haji.
Jamaah yang meninggalkan Makkah Selasa (23/10) malam adalah mereka yang melaksanakan Tarwiyah. Dari Makkah mereka langsung ke Mina. Baru pada Kamis pagi mereka berangkat ke Arafah.
"Kami berangkat ke Mina usai Salat Isya' untuk Tarwiyah," kata Ir H Cholid Mahmud, pembimbing jamaah Multazam Kulonprogo yang juga anggota DPD RI.
Sedang yang meninggalkan Makkah Rabu (24/10) adalah yang tidak Tarwiyah, sesuai kebijakan pemerintah. Mereka langsung ke Arafah dan menempati tenda jatahnya masing-masing. Sebagian ada yang jalan kaki dari Masjidil Haram usai Subuhan. Tetapi mayoritas menumpang bus yang disediakan pemerintah mulai ba'da Dzuhur.
Karena itu jam keberangkatan dari Makkah maupun kedatangan di Arafah berbeda-beda, sesuai jadwal bus yang menjemput. Selain itu sering sopir bus yang dinaiki tidak menguasai peta, sehingga putar-putar atau tersesat. Sebab sopir yang mengendalikan bus umumnya orang baru dari berbagai negara, kebanyakan berkulit hitam, sehingga tidak menguasai peta wilayah.
Sesampai Arafah, jamaah diturunkan di kompleks tenda maktab masing-masing. Setelah itu dipandu ketua kloter dan ketua rombongan memasuki tenda yang menjadi jatahnya. Selanjutnya istirahat dan mempersiapkan diri lahir dan batin menghadapi wukuf. (Fie)

0 komentar:

Poskan Komentar

top