MINA (KRjogja.com) - Setelah mabit (tinggal/bermalam) di Mina sejak Jumat (26/10), para jamaah yang mengambil Nafar Awal  mulai meninggalkan Mina untuk kembali ke pemondokannya di Makkah. Sedang yang mengambil Nafar Tsani baru akan meninggalkan Mina Senin (29/10).

Bagi yang mengambil Nafar Awal dalam melakukan lempar jumrah hanya pada tanggal 10 Dzulhijjah, atau Jumat (26/10), yakni melempar Jumrah Aqabah saja. Dilanjutkan pada tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah (Sabtu dan Minggu 27-28 Oktober), yakni setiap harinya melakukan lempar Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. 

Sedang bagi yang mengambil Nafar Tsani atau Nafar Akhir, lempar Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah, ditambah sehari, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah atau 29 Oktober. Setelah itu baru meninggalkan Mina.

"Kami ambil Nafar Awal. Lempar jumrah tanggal 11 dan 12 dirapel tadi malam, yakni sebelum dan setelah jam 00.00," kata M Syahid dan Nasta'in, pembimbing An Nuur Sleman sebelum berangkat ke Makkah.

Jamaah KBIH Ar-Raudhah Sleman juga mengambil Nafar Awal. Untuk lempar jumrah tanggal 12 Dzulhijjah dilaksanakan Minggu (28/10) ba'da Subuh. "Ini kami sudah berangkat ke Jamarat," kata Drs H Masharun Ghozalie MM, Ketua KBIH Ar-Raudhah.

Namun KBIH Ar-Raudhah Bantul berkeputusan mengambil Nafar Tsani. Menurut ketuanya, KH Muhtarom Idris, hal itu karena jamaahnya tidak tergesa-gesa ada agenda lain yang sangat penting. "Jadi, kesempatan mabit di Mina ini kita manfaatkan secara maksimal," katanya.

Jamaah KBIH Bina Umat Kota Yogyakarta juga mengambil Nafar Tsani atau Nafar Akhir. Hal ini karena mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW. "Dulu Rasulullah juga menganbil Nafar Tsani," jelasnya. (Fie)
http://krjogja.com

0 komentar:

Poskan Komentar

top