MAKKAH, (PRLM).– Sejumlah kendaraan alat berat dengan para opertornya Sabtu (29/9/12) sedang bekerja membangun terowongan ketiga dari dua yang telah ada untuk kelancaran lalu lintas para jemaah haji Indonesia yang akan berangkat dan pulang dari melontar jumrah ke maqtab-maqtabnya di Mina, Arab Saudi.
“Selama ini telah ada dua terowongan dan ini dibangun satu lagi yang baru,” kata Zaini (30), warga negara Indonesia kelahiran Arab Saudi, — yang orang tuanya berasal dari Mataram, Nusa Tenggara Barat, — saat menjadi penunjuk jalan ketika 10 wartawan Indonesia melakukan liputan awal ke Arafah, Mina dan Muzdalifah.
Ketika Peristiwa Terowongan Mina tahun 1990 terjadi dengan memakan korban jemaan haji Indonesia sekitar 700 orang, terowongan Mina masih satu.
Ketika itu gelombang massa yang berangkat dan kembali dari melempar jumrah bertemu dalam terowongan sepanjang 1,5 km, dan penumpukan terjadi.
Diduga terjadi desak-desakan dan ditekan terus massa dari kedua ujung terowongan maka terjebaklah para
pejalan kaki yang menjadi rombongan awal. Akibat peristiwa itu, pemerintah Arab Saudi membangun terowongan kedua untuk memisahkan jalur berangkat dan jalur pulang pelontar jumrah dan tidak ada lagi pertemuan massa dalam satu terowongan.
Kini dibangun lagi satu terowongan baru sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal darurat di jalan terusan King Fahd itu.
Belum dapat dikonfirmasi apakah terowongan baru yang menghubungkan kawasan maqtab jemaah haji Asia Tenggara ke lokasi pelemparan jumrah itu dapat digunakan pada masa musim haji 26 Oktober tahun ini. Kamp calon haji asal Eropa dan Afrika tidak perlu lewat terowongan.
Sementara itu, di kamp-kamp kawasan Mina, Muzdalifah, dan Arafah belum tampak kegiatan menyongsong musim haji 1433 Hirjiyah/2012. (A-88/MCH)***

0 komentar:

Poskan Komentar

top