Gaza, Palestina: Liburan musim panas merupakan saat yang dinanti-nanti oleh para siswa dan siswi di Gaza. Selama tiga bulan mereka mendapatkan libur tahunan dari sekolahnya. Tidak seperti kebanyakan anak-anak di negara-negara 4 musim lainnya yang ketika datang liburan musim panas, mereka mengadakan traveling keluar negaranya mengunjungi berbagai tempat untuk berlibur dan bersenang-senang menghabiskan waktu. Anak-anak di Gaza justru mengisi liburannya dengan berkumpul di masjid dan menghafal al-Qur’an.
Program menghafal Al-Qur’an saat liburan musim panas ini merupakan program unggulan di Gaza. Puluhan ribu siswa siswi dari berbagai tingkatan madrasah mengikuti program yang bernama Tajul Waqar ini. Mereka berkumpul dari pagi hingga sore hari di masjid-masjid di Gaza, kemudian menghafal Qur’an selama dua bulan penuh. Selama dua bulan tersebut mereka berhasil mengahafal Al-Qur’an 30 juz secara sempurna.
Sebenarnya program ini sudah sejak dahulu dilaksanakan, namun baru ditertibkan dengan dibentuk sebuah lembaga bernama Dar Al-Qur’an Karim wa Sunnah baru semenjak 2006. Sejak saat itulah lahir puluhan ribu para hafidz dan hafidzhah. Tercatat tahun 2010 lahir 24.000 hafidz dan hafidhzah, tahun 2011 sebanyak 10.000 hafidz dan hafidhzah dan tahun ini kembali ditargetkan akan melahirkan kembali 10.000 hafidz dan hafidzah Al-Qur’an.
Menurut Hany Abdul Qadir Tsaraya, Koordinator program Dar Al-Qur’an Karim wa Sunnah Gaza, program bertema Tajul Waqar ke-4 ini dimulai tanggal 9 Juni 2012. Program Tajul Waqar ini terdiri dari 2 halaqah. Halaqah pertama pagi hari yang dimulai dari pukul 08.00 pagi hari hingga Dzuhur. Sementara halaqah kedua dimulai dari setelah shalat Ashar hingga menjelang Maghrib.
Tsaraya juga mengatakan bahwa ada dua program baru yang dilaksanakan pada tahun 2012 ini yaitu program hafalan mulai dari 0-5 juz dan program Murajaah atau menguatkan hafalan bagi yang sudah menghafal 30 juz.
Selain itu terdapat pula program untuk Tuna Netra, halaqah khusus ini terdiri dari 20 orang, yaitu 10 muslimin dan 10 muslimat berusia 14-17 tahun. Mereka menghafal Al-Qur’an dengan menggunakan Al-Qur’an Braille dan Talqin. Jadi selain menghafal sendiri dengan menggunakan Al-Qur’an khusus huruf Braille, para Asatidz juga membimbing mereka dengan Talqin, yaitu memperdengarkan Al-Qur’an kepada mereka kemudian mengahafalnya.
Selain itu untuk memberikan semangat kepada mereka, diadakan juga musabaqah bulanan. Setelah 1,5 bulan berjalan, para penghafal al-Quran Kariim ini akan diperlombakan untuk melihat sejauh mana tingkat keberhasilan mereka. Hal ini juga dimaksudkan untuk memompa semangat mereka agar lebih giat dan tekun dalam menghafal kitabullah ini.
Begitulah Gaza, walaupun negeri ini diblokade, namun tidak menyurutkan sedikitpun niat mereka untuk menghafal Al-Qur’an. Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 1 yang menyatakan bahwa di sekitar Masjid Al-Aqsha diberkahi oleh ALLAH, memang benar. Maha Benar ALLAH dengan segala firman-NYA, salah satu keberkahan di negeri Syam ini adalah lahirnya puluhan ribu hafidz dan hafidzah setiap tahunnya.
Subhanallah, bagaimana dengan kita? Kenikmatan yang kita miliki, kemudahan hidup yang ALLAH karuniakan kepada kita apakah sudah membuat kita bersyukur kepada-NYA? Sebuah pertanyaan yang sering disampaikan saudara-saudara kita rakyat Palestina adalah, “Sudah berapa lama Anda hidup di dunia ini dan sudah berapa juz anda hafal Al-Quran?”

Ir. Nur Ikhwan Abadi
Salah satu relawan MER-C Indonesia di Gaza, Palestina

0 komentar:

Poskan Komentar

top