Assalaamu 'alaikum Pak Ahmad,
Saya ingin bertanya mengenai beberapa hal, yaitu:
1. Apakah aplikasi Al-Qur'an pada ponsel termasuk juga mushaf Al-Qur'an?
2. Bolehkan kita menjawab salam, walaupun tanpa menyebut nama Allah ketika kita sedang berada di dalam WC?
3. Bolehkan kita membaca ayat-ayat Al-Qur'andi dalam hati ketika kita sedang berada di dalam WC? Sebab kebetulan saya cukup sering mengakses eramuslim via ponsel ketika saya berada di WC.
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Wassalaam,
Boymuh

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

1. Aplikasi Al-Quran di HP atau PDA
apakah merupakan Mushaf?
Aplikasi Al-Quran di HP atau PDA adalah mushaf ketika sedang diaktifkan. Sedangkan ketika sedang tidak diaktifkan, maka dia bukan mushaf.
Dan fenomena ini tidak pernah terjadi di masa nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wassalam. Di zaman itu, yang namanya mushaf pasti berbentuk benda yang tertulis di atasnya. Baik terbuat dari kulit, pelepah kurma, tulang, batu dan seterusnya.
Handphone, PDA, smartphone, laptop, PC, tablet, mp3 player, ipod, dopod dan semua alat modern yang bisa diinstall program Al-Quran, jelas tidak pernah ada di zaman nabi.
Namun demikian, benda-benda itu tidak pernah disebut sebagai mushaf Al-Quran, kecuali pada saat program aplikasi Al-Quran di dalamnya diaktifkan. Saat itulah benda-benda itu berfungsi sebagai mushaf Al-Quran. Begitu dimatikan, wujudnya berubah lagi seperti semula.
Secara logika dan nalar sederhana, seharusnya saat di dalam WC kita tidak mengaktifkannya, karena saat itu benda-benda itu berubah wujud menjadi mushaf. Kira-kiraqiyasnya mirip dengan otak kita. Di dalam memori otak kita pasti ada 'file-file' Al-Quran, dan selama file-file itu tidak diaktifkan dalam bentuk dibunyikan lewat mulut, maka kita boleh masuk WC. Sebaliknya, kita tidak boleh masuk WC sambil membacakan hafalan Quran yang ada di otak kita sendiri. Biarkan saja file-file itu diam sementara di otak, jangan diaktifka kecuali setelah kita keluar WC. Memangnya tidak ada waktu-waktu lain?
Secara adab, kita memang dilarang untukmembawa dan membaca tulisan yang mengandung nama Allah Ta’ala atau nama yang diagungkan seperti nama para malaikat. Atau nama Rasulullah.
Dalilnya adalah apa yang dilakukan oleh Rasulullah bila masuk ke tempat buang hajat, beliau mencopot cincinnya. Sebab di cincin itu terukir kata "Muhammad Rasulullah."
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ إِذَا دَخَلَ اَلْخَلَاءَ وَضَعَ خَاتَمَهُ أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ, وَهُوَ مَعْلُول
Dari Anas bin Malik ra berkata bahwa Rasulullah bila masuk ke WC meletakkan cincinnya. (HR Arba'ah)
2. Dilarang Berbicara Saat Buang Hajat
Di antara adab buang hajat adalah kita dilarang melakukannyasambil berbicara, apalagi menjawab salam. Dalilnya adalah hadits berikut ini
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ إِذَا تَغَوَّطَ اَلرَّجُلَانِ فَلْيَتَوَارَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَنْ صَاحِبِهِ, وَلَا يَتَحَدَّثَا. فَإِنَّ اَللَّهَ يَمْقُتُ عَلَى ذَلِكَ رَوَاهُ
Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah bersabda, "Bila dua orang di antara kamu buang air, hendaklah saling membelakangi dan jangan berbicara. Karena sesunguhnya Allah murka akan hal itu.
3. Mengkses Eramuslim di WC
Mengangkses eramuslim.com pakai handphone memang menarik dan sangat praktis, tetapi hindari melakukannya bila di dalam WC, terutama halaman-halaman yang mengandung ayat Al-Quran.
Kalau sekedar membaca berita dunia atau berita nasional, mungkin tidak masalah, tetapi jawaban di rubrik ini seringkali mengutip ayat Al-Quran, hadits atau pun hal-hal suci lainnya.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc

0 komentar:

Poskan Komentar

top