Oleh : H. Budiman S.Hartoyo

Di Rawdah tak pernah sepi
beragam harap decap-berdecap
Berebut sujud, serambut tak beringsut
doa terisak, kelopak mata kejap-berkejap
Di Rawdah tak pernah sepi

Di Rawdah kucium aroma kesturi
terbayang Tuan berkelebat lewat
Jubah merah tanpa terompah
enggan rasanya berpisah lagi
 Di Rawdah kucium aroma kesturi

Di Rawdah terbayang Tuan berseri
sesaat kuingat sepantun santun
Anta syamsun, anta badrun
anta nurun, fauqa nuri....
Di Rawdah terbayang Tuan berseri

Di Rawdah tak seorang berniat pulang
berhamburan salam, ya Marhaban
Merindukan jannah dalam sujud tersedu
mengenang senyum Tuan, siapa mampu
 Di Rawdah tak seorang berniat pulang

(Sumber: Puisi H.Budiman S.Hartoyo/1992)


0 komentar:

Poskan Komentar

top