Pertanyaan:
Apa hukum doa khatam Al Qur'an?
Jawaban:
Kaum salaf (pendahulu) terus membaca doa khatam Al Qur'an dalam salat Tarawih di bulan Ramadan. Kita tidak menjumpai adanya perselisihan tentang hal itu. Kemungkinan yang paling kuat dalam hal ini adalah bahwa mereka membacanya tetapi tidak terlalu panjang sehingga memberatkan orang banyak. Mereka juga memilih doa-doa yang mencakup. Aisyah ra. berkata "Nabi saw. menyenangi doa-doa yang mencakup dan meninggalkan doa-doa yang lain". Dari itu, yang paling baik untuk dilakukan oleh seorang imam dalam doa khatam Al Qur'an dan qunut adalah memilih kata-kata yang mencakup dan tidak memberatkan orang banyak. Hendaknya dia membaca "Allahummahdina fi man hadait (Ya Allah berilah kami petunjuk bersama dengan orang-orang yang Engkau beri petunjuk)" yang tersebut dalam hadis Al-Hasan dalam masalah qunut. Kemudian menambahnya dengan doa yang mudah dan bagus, sebagaimana yang dilakukan oleh Umar ra. Jadi tidak boleh memaksakan diri, terlalu panjang dan memberatkan orang banyak.
(Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Mantan Mufti Arab Saudi)

0 komentar:

Poskan Komentar

top